0

Akhir tahun 2012

Tahun 2012 nyaris berlalu. Sempat dihebohkan karena diyakini sebagai akhir dari dunia alias kiamat. Orang-orang yang mempercayainya menunggu dengan cemas. Mulai dari 12-12-12 hingga 21-12-12. Semua berlalu tanpa terjadi apa pun.

Tahun 2012 ini bagi saya penuh dengan dinamika. Berbagai kegiatan baik di dalam maupun di luar negeri yang saya ikuti menambah pengalaman dan pengetahuan yang saya rasa semakin kurang.  Sepanjang tahun 2012, saya bertemu dan berkenalan dengan beragam orang dengan segala kepentingannya. Walau tidak semua orang dapat saya penuhi maksudnya tetapi saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah mereka mengenal saya melalui teknologi informasi alias melalui internet.

Tahun 2012 yang saya resolusikan untuk semakin banyak menulis, sepertinya saya menulis masih karena kewajiban. Banyak ide bersliweran di kepala namun hanya di sana. Tidak pernah ide tersebut saya tuangkan dalam tulisan. Beruntung, ada beberapa kuliah, seminar serta konferensi yang harus saya ikuti sehingga mau tidak mau saya harus menulis artikel yang berbentuk ilmiah.

Di sini saya tidak akan menyalahkan siapa pun atau kondisi apa pun. Kesalahan hanya pada diri saya yang memang tidak terlalu fokus untuk kegiatan menulis ini. Saya ingat dan mencoba menghitung berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk membaca? Sepertinya kegiatan membaca menjadi kegiatan mewah dan bukunya nyaris bisa dihitung dengan jari. Membaca yang saya maksudkan di sini mmebaca dengan santai menikmati kata demi kata.

Akhir tahun 2012 ini saya diingatkan oleh Allah untuk selalu menjaga kondisi tubuh. Setelah sekian lama merasa selalu kuat, saya terpaksa ‘mengistirahatkan’ tubuh. Sebenarnya masih belum full  beristirahat karena selama lima hari saya mengikuti pelatihan penulisan artikel jurnal internasional dan masih ada satu ujian akhir. Alhamdulillah saya dapat melewatinya dan langsung full bedrest mengembalikan kondisi tubuh menyambut 2013.

Dalam kondisi sakit, saya mengikuti pelatihan penulisan artikel jurnal internasional. Keikutsertaan dalam pelatihan tersebut, semakin membuka mata saya terhadap aktivitas menulis. Sebenarnya beberapa tahap yang disampaikan dalam pelatihan telah saya lakukan. Namun, saya tidak konsisten untuk melakukannya setiap hari. Seharusnya ini yang perlu diubah di tahun 2013. Salah satu ‘resep’ dari pelatihan yang menurut saya menarik adalah ‘menulislah tiga puluh menit sehari (minimal)’, ‘jangan menganggap kegiatan menulis merupakan kegiatan nomor satu, ini akan membuat kita menjadi stress’.

…..Akhir tahun 2012

achmad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *