Kerja Dari Rumah Saja

Fisik boleh tak kemana-mana tetapi fikiran harus tetap waras. Situasi pandemi yang masih berlangsung membuat mobilitas kita sangat terbatas. Ditambah lagi angka mereka yang positif Covid-19 di Indonesia belum memperlihatkan tanda-tanda menurun. Namun, situasi ini tidak membuat kita lantas berbuat apa-apa.
Continue reading “Kerja Dari Rumah Saja”

Saujana Pusaka Indonesia dalam Ingatan

Saujana. Satu kata yang saya dengar kali pertama pada akhir tahun 1990-an, dari sebuah lagu karya kelompok musik KLA Project. Saujana, samudra membentang sambut layarku/ Saujana, hidup di seberang gerlap mimpiku/ Mungkinkah merapat ke sana? Demikian bunyi liriknya yang ditulis oleh Katon Bagaskara, salah seorang personil KLA Project yang memilih kata-kata indah tak lazim namun puitis. Sebagai lulusan Fakultas Sastra, saya memang begitu memuja kata-kata indah yang terjalin, terangkai membentuk makna.
Continue reading “Saujana Pusaka Indonesia dalam Ingatan”

Wisata Alam Pendukung Pariwisata Berkelanjutan di Masa Adaptasi Baru

Serentak hampir semua kegiatan manusia di seluruh dunia terhenti ketika pandemi Corona mulai merebak pada akhir tahun 2019 di China. Sebelumnya, virus berbahaya itu disebut virus Wuhan, mengacu pada nama tempat ditemukannya virus tersebut. Penamaan ini seperti penamaan nama-nama penyakit yang muncul pada masa silam, seperti Flu Spanyol, Flu Hongkong. Pada bulan Februari 2020, organisasi kesehatan dunia WHO secara resmi menamakan virus tersebut Covid-19 (Corona Virus Disease-19).
Continue reading “Wisata Alam Pendukung Pariwisata Berkelanjutan di Masa Adaptasi Baru”

Membingkai Mooi Indië, Jalan-Jalan Zaman Normaal

Masih dalam suasana PSBB yang mulai dilonggarkan. Saat itu siang hari tanggal 16 Juni 2020 setelah mengerjakan beberapa tugas, sebuah pesan dari WA masuk. Isi pesan dari seseorang bernama Pitor, pengajar dari Prodi Pariwisata Sekolah Vokasi UGM dan pegiat di platform . Ia mendapat nomor saya dari Rianti, salah seorang pengajar di Prodi Belanda. Dalam WA, ia meminta kesediaan saya untuk berdiskusi mengenai sejarah pariwisata di Hindia-Belanda, terkait dengan buku saya Sejarah Pariwisata di Hindia-Belanda 1891-1942 yang terbit tahun 2019 lalu.
Continue reading “Membingkai Mooi Indië, Jalan-Jalan Zaman Normaal”

Tetap Sehat dan Waras di Tengah Pandemi

“all the best people are Taureans,!” tulis Prof. Peter Carey di laman Facebook saya.
18 Ramadhan 1441. 11 Mei 2020. Menambah usia di tengah pandemi. Semoga berkah di sisa usia. Demikianlah do’a yang disampaikan kepada saya. Ya, sisa usia. Tiga tahun lagi, jika Allah mengizinkan, saya memasuki usia setengah abad. Sebagai manusia yang dilahirkan di abad lalu, abad ke-20, diberi kesempatan menikmati kehidupan di abad ke-21 adalah suatu kenikmatan tiada tara. Puji syukur atas karunia-Nya.
Continue reading “Tetap Sehat dan Waras di Tengah Pandemi”

Perjalanan dan Turisme Masa Depan setelah Pandemi

Masih berpuasa di tengah pandemik. Di hari ke-6 bulan Ramadhan. Pagi cukup cerah. Matahari tidak bersinar malu-malu. Saya mengajak si sulung berjalan kaki. Berjemur dan mencari keringat. Masuk ke kampus, ke luar kampus, melewati kelurahan. Memang, sudah naluri kita melakukan pergerakan. Mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain.
Continue reading “Perjalanan dan Turisme Masa Depan setelah Pandemi”

#DiRumahAja Lock Dont

Pada awal hingga pertengahan tahun 80-an di abad lalu, seingat saya ramai dengan permainan singkatan di kalangan anak-anak. Sebagai contoh merek pulpen TOP menjadi Tiap Orang Pakai. Lalu singkatan gelar kesarjanaan seperti S.H. menjadi Susah Hidup. Satu singkatan gelar kesarjanaan yang cocok dengan situasi sekarang adalah Drs. Drs yang merupakan singkatan dari Doktorandus menjadi Di Rumah Saja. Benar. Cocok sekali dengan himbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah saja berkaitan dengan penyebaran virus Covid-19 yang menjadi ancaman bagi kita semua.
Continue reading “#DiRumahAja Lock Dont”

2020

Tahun 2020. Angka yang unik karena ada empat angka yang sama yaitu 2020. Dua kosong, dua kosong. Melihat capaian tahun 2019 dan merencanakan tahun 2020 menjadi bagian dari upaya untuk menyemangati diri tetap melangkah ke depan. Tahun 2019 sebuah buku yang diangkat dari disertasi terbit pada bulan November 2019 silam. Satu book chapter terbit pada bulan Oktober 2019 hasil dari Simposium Membaca Ulang Max Havelaar 2019 di Rangkasbitung serta satu book chapter satu abad sejarah DPR. Beberapa artikel jurnal juga terbit pada 2019 silam. Namun, tahun 2019 tidak ada artikel yang terbit di surat kabar umum. Sementara itu ada beberapa draf artikel yang ditulis sendiri maupun bersama mahasiswa dari beberapa konferensi internasional, seperti Inusharts, Aprish, dan International Seminar on Public History.

Kegiatan lain pada 2019 adalah menjadi anggota tim pengabdian masyarakat yaitu penerjemahan untuk konten website Oorlogsgraven Stichting yang diambil dari kenangan para penyintas. Ada dua hibah penelitian yang diperoleh tahun 2019 silam yaitu mengenai ‘perkembangan musik dan pariwisata di Indonesia dari masa kolonial hingga pascakolonial’ dan ‘model kota kreatif di Indonesia: kajian atas penguatan dan pengembangan kota kreatif Bandung’.

Beberapa seminar dan konferensi nasional maupun internasional, baik yang membawakan makalah atau hanya menjadi peserta, juga diikuti. Dalam proses kegiatan-kegiatan tersebut bertemu dengan orang-orang dan kawan-kawan baru menjadi bagian yang menarik. Misalnya International Seminar Indonesian Heritage and Library Collection dalam rangka memperingati 50 tahun KITLV di Indonesia pada bulan Juni, History Fair Seminar bulan Oktober, International Forum for Advancement of Culture pada bulan Oktober, Seminar Sejarah Nasional pada bulan Desember 2019.

Rencana 2020 hampir serupa dengan agenda 2019 yaitu perbaikan artikel untuk jurnal nasional dan internasional, kolaborasi penelitian, perbaikan artikel bersama mahasiswa untuk book chapter, draf naskah buku dengan tema-tema yang masih ‘rahasia’. Untuk karir, tahun ini mengumpulkan semua berkas yang diperlukan untuk kenaikan ‘pangkat’, meskipun sempat terdengar selentingan bahwa prasyarat yang ditetapkan semakin sulit tetapi ‘lebih baik menyalakan senter daripada memaki dalam kegelapan’. Semoga semua dimudahkan dan dilancarkan.

Foto: taudariblogger.info
koleksi Reno Andam Suri

Mission (im)possible Accomplished

Sebuah email tertanggal 21 Februari 2019 masuk ke kotak surat saya dengan subyek Minta Tolong. Pengirimnya adalah M.C. Ricklefs. Ya, pengirim surat elektronik tersebut adalah Profesor Merle Calvin Ricklefs, sejarawan asal Australia. Sejenak saya tertegun. Ada persoalan apa salah seorang sejarawan besar menghubungi saya. Lalu saya mulai membaca surat beliau yang lumayan panjang dan dibuat dalam bahasa Indonesia yang baik.
Continue reading “Mission (im)possible Accomplished”