Category Archives: Resensi

Catatan Turistik Seorang Pangeran Jawa

Judul: De Grote Reis van Prins Soeparto Java-Nederland 14 Juni -17 Juli 1913

Penulis: Raden Mas Haryo Soerjosoeparto

Pengantar: Madelon Djajadingrat

Ilustrasi   : Hoesein W. Djajadiningrat

Penerbit: AD.Donker-Rotterdam

Cetakan: I, 2014

Tebal: 166 halaman

ISBN:  978-90-6100-686-2

Pada masa kolonial banyak catatan perjalanan atau yang mengarah pada catatan turistik yang ditulis oleh orang asing, khususnya orang Belanda. Namun, tidak banyak catatan perjalanan yang ditulis oleh orang Hindia. Dari catatan perjalanan yang sedikit itu, catatan perjalanan Pangeran Soeparto ini perlu mendapatkan catatan tersendiri.

Continue reading

Menguak Sisi Kontroversial Raffles

Judul: Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa

Penulis: Tim Hannigan

Penerjemah: Bima Budiarto

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

Tahun terbit: 2015

Tebal: xv + 419 halaman

ISBN: 978-979-91-0956-9

No panggil: 959.820.223.HAN

‘Rumput di halaman tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri’. Demikian peribahasa yang kita kenal, jika kita membandingkan kondisi kita yang kurang beruntung dengan keberuntungan orang lain. Kerap kali kita, orang Indonesia membandingkan dan membayangkan betapa beruntungnya jika kita dijajah Inggris daripada dijajah Belanda. Dalam catatan sejarah, kita (tepatnya Jawa) memang pernah berada di bawah kekuasaan Inggris periode 1811-1816. Satu nama yang berkaitan dengan kekuasaan Inggris di Jawa: Raffles. Continue reading

Memoar Seorang Sarjana Ngawur

ben-anderson-hidup

Judul               : Hidup di Luar Tempurung

Judul asli         : A Life Beyond Boundaries

Penulis             : Benedict Anderson

Penerjemah      : Ronny Agustinus

Penerbit           : Marjin Kiri, Tangerang Selatan

Cetakan           : I, 2016

Tebal               : x + 205 halaman

ISBN               :  978-979-1260-59-6

Adakah di antara kita mengetahui siapa yang pertama kali memperkenalkan istilah ‘bule’ di Indonesia? Istilah yang menggantikan kata londo (Belanda) dan mengacu untuk orang asing berkulit putih. Bagi yang belum mengetahui, istilah tersebut diperkenalkan oleh Benedict R.O’G. Anderson yang akrab dipanggil Om Ben pada tahun 1960-an ketika ia melakukan penelitian pertama kali di Indonesia.

Continue reading

Kebijakan Miras di Batavia Masa Kolonial

miras-bataviaJudul: Minuman Keras di Batavia Akhir Abad XIX

Penulis: Yusana Sasanti Dadtun

Penerbit: Ombak, Yogyakarta

Cetakan: I, 2016

Tebal: xiv + 160 halaman

ISBN:  978-602-258-406-3

Harga: Rp. 50.000

 

Apa perbedaan menyesap dan menenggak? Lalu apa perbedaan botol berisi minuman keras (miras) dan minuman (air mineral) biasa? Pertanyaan pertama mudah dijawab. Menyesap, terutama minuman keras adalah meminumnya sedikit demi sedikit. Sedangkan menenggak adalah meminumnya sekaligus. Jawaban pertanyaan kedua? Ah, kita jangan terlalu cepat menilai isi minuman dari botolnya. Siapa menyangka jika botol obat batuk atau sirup ternyata berisi minuman keras.

Continue reading

Turisme dan Industri Kreatif Indonesia yang WOW

Judul                 :  Building WOW Indonesia Tourism and Creative Industry   wow
Penulis             :  Sapta Nirwandar

Kata Pengantar:  Hermawan Kartajaya
Penerbit           :  PT Gramedia Pustaka Utama, 2014
Tebal               :  xviii + 221 halaman

ISBN               : 978-602-033-0875-3

Dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, kementerian Pariwisata berdiri sendiri setelah sebelumnya kementerian ini digabung dengan ekonomi kreatif (Parekraf). Sebelumnya pariwisata sempat digabung dengan kebudayaan. Buku ini disusun ketika pariwisata masih bersama dengan ekonomi kreatif. Sehingga dua nomenklatur (tourism dan creative industry) ini masih menjadi bagian judul buku ini.

Continue reading

Gadis Afrika Penyelamat Raja Swedia

the-girl-who-saved-54f7fc5158967‘Kotoranmu, rezekiku’.  Tulisan ini sempat saya baca di sebuah toilet umum di terminal ibu kota. Keberadaan toilet umum memang penting bagi mereka yang membutuhkan untuk membuang hajat mereka. Inilah latar awal dari buku The Girl Who Saved the King of Sweden karya Jonas Jonasson. Sebuah jamban umum di Soweto, kota kumuh di Afrika Selatan pada abad silam.

Continue reading

Turisme Hindia-Belanda Masa Pendudukan Jepang?

11301478_10206617209529320_1754153067_nKetika harus menulis historiografi yang berlatar masa pendudukan Jepang di Indonesia kita seringkali dihadapkan pada tersedianya sumber, khususnya arsip.  Hal ini pula yang dikemukakan oleh Professor Aiko Kurasawa dalam surat elektroniknya ketika menjawab pertanyaan saya. Oleh karena itu sumber berupa novel, catatan perjalanan, memoir dari mereka yang pernah ditugaskan di Indonesia menjadi begitu berharga, tulisnya.

Continue reading

Kisah Petualangan Pria Uzur

the-100-year-oldSecara tak sengaja saya menemukan trailer film yang menarik. Judulnya The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Dissappeared.  Judul beranak kalimat ini menggugah saya untuk mencari informasi lebih lanjut. Ternyata film tersebut diangkat dari novel berjudul sama karya penulis Swedia, Jonas Jonasson. Pun saya teringat pada Astrid Lindgern, penulis buku anak-anak Pippi Si Kaus Kaki Panjang yang juga berasal dari Swedia.

Setelah menjelajah di internet dan membaca ulasan novelnya. Ternyata novel ini patut dibaca. Tak lama novel ini mendarat di rumah dengan selamat. Di sela-sela waktu senggang, novel ini akhirnya tuntas dibaca.

Continue reading

Pekerja di Jawa Tempo Dulu dalam Gambar

pekerja

Judul: Pekerdja Di Jawa Tempo Doeloe

Penulis: Olivier Johannes Raap

Pengantar: Seno Gumira Ajidarma

Penerbit: Galang Pustaka, Yogyakarta

Cetakan: I, 2013

Tebal: xviii + 190 halaman

ISBN:  978-602-8174-80-0

 

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.” Kalimat dari Nyai Ontosoroh, tokoh dalam Bumi Manusia (2000) karya Pramoedya Ananta Toer menyadarkan kita bahwa bahwa semua pekerjaan itu mulia, sepanjang jujur dan tidak merugikan orang lain.

Continue reading

Tukang Intip Kaum Pergerakan Di Hindia-Belanda

Judul: Mematai-matai Kaum Pergerakan: Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934

Penulis: Allan Akbar

Pengantar: Harry A. Poeze

Penerbit: Marjin Kiri, Tangerang Selatan

Cetakan: I, 2013

Tebal: xx + 117 halaman

ISBN:  978-979-1260-20-6

Namanya Pangemanann, dengan dua n.  Tugasnya mengamat-amati Minke yang aktivitasnya ditengarai menjadi akar dari pemberontakan pribumi di Hindia-Belanda.  Pangemanann cukup lihai sebagai agen rahasia kolonial dari kalangan pribumi.  Ia merancang kerusuhan rasial yang mengadu-domba kaum pribumi dengan Tionghoa. Bermula dari kota Sukabumi, lalu menyambung ke kota-kota lainnya di Jawa.

Continue reading