Category Archives: Resensi

Pekerja di Jawa Tempo Dulu dalam Gambar

pekerja

Judul: Pekerdja Di Jawa Tempo Doeloe

Penulis: Olivier Johannes Raap

Pengantar: Seno Gumira Ajidarma

Penerbit: Galang Pustaka, Yogyakarta

Cetakan: I, 2013

Tebal: xviii + 190 halaman

ISBN:  978-602-8174-80-0

 

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.” Kalimat dari Nyai Ontosoroh, tokoh dalam Bumi Manusia (2000) karya Pramoedya Ananta Toer menyadarkan kita bahwa bahwa semua pekerjaan itu mulia, sepanjang jujur dan tidak merugikan orang lain.

Continue reading

Tukang Intip Kaum Pergerakan Di Hindia-Belanda

Judul: Mematai-matai Kaum Pergerakan: Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934

Penulis: Allan Akbar

Pengantar: Harry A. Poeze

Penerbit: Marjin Kiri, Tangerang Selatan

Cetakan: I, 2013

Tebal: xx + 117 halaman

ISBN:  978-979-1260-20-6

Namanya Pangemanann, dengan dua n.  Tugasnya mengamat-amati Minke yang aktivitasnya ditengarai menjadi akar dari pemberontakan pribumi di Hindia-Belanda.  Pangemanann cukup lihai sebagai agen rahasia kolonial dari kalangan pribumi.  Ia merancang kerusuhan rasial yang mengadu-domba kaum pribumi dengan Tionghoa. Bermula dari kota Sukabumi, lalu menyambung ke kota-kota lainnya di Jawa.

Continue reading

Jakarta Siapa yang Punya?

Judul               :  Jakarta: Sejarah 400 Tahun

Judul asli         :  Jakarta: A History

Penulis             : Susan Blackburn

Penerjemah  :  Gatot Triwira

Penerbit           : Depok, Masup Jakarta Juni 2011

Tebal               : 416 hal

Jakarta jadi ajang ‘pertempuran’ lagi. Setidaknya hal ini yang terlihat dari para kandidat gubernur dan wakilnya yang mencalonkan diri menjadi orang nomor satu di ibukota negara. Pencalonan para kandidat tersebut memperlihatkan tabuhan ‘genderang perang’ pertama partai-partai politik yang akan bertarung pada Pemilu 2014 nanti.

Continue reading

‘Belanda Hitam’ di Hindia-Belanda

Judul   :  Serdadu Afrika di Hindia-Belanda 1831-1945
Judul asli :  Zwarte Hollanders: Afrikaanse Soldaten in Nederlands-Indië
Penulis   :  Ineke van Kessel
Penerjemah :  S.Hertini Adiwoso
Penerbit :  Komunitas Bambu- NLVPF- IAK, Mei 2011
Tebal   :  xiv + 306 halaman
ISBN : 978-979-373-198-8

Apa yang muncul di benak Anda jika mendengar tentang orang Afrika di Indonesia? Mungkin Anda akan menyebut para kriminal, penjual-penyelundup narkoba atau pemain sepakbola, anggota legiun asing asal Afrika yang membela kesebelasan profesional di sini. Continue reading

Potret Depok Tempo Doeloe

Judul: Depok Tempo Doeloe, Potret Kehidupan Sosial & Budaya Masyarakat

Penulis: Yano Jonathans

Penerbit: Libri, Jakarta 2011

Halaman:  xviii + 274 hal

ISBN: 978-979-687-941-0

Apabila kita membicarakan Depok akan muncul berbagai hal yang berhubungan dengannya. Mulai dari jalur kereta Jabotabek atau Commuter, kampus Universitas Indonesia yang hijau, jalan Margonda yang selalu macet pada saat jam kerja dan pulang kerja dengan aneka kuliner di sepanjang jalan tersebut, hingga satu komunitas yang dikenal dengan ‘Belanda Depok’.

Continue reading

Mengayuh Onthel, Menggali Kenangan

Judul                 : Pit Onthel

Penyunting     : Yemima Lintang Khastiti

Penerbit           : Kepustakaan Populer Gramedia dan Bentara Budaya

Cetakan           : I,  Juni 2011

Tebal               : VI + 90 hlm

ISBN               : 978-979-91-0342-0

Sesuatu yang tua tidak selalu tak berguna. Demikian halnya dengan benda yang satu ini. Benda yang menjadi bagian perjalanan perkembangan teknologi, dari alat transportasi menjadi alat rekreasi. Benda itu adalah sepeda. Lihat saja tiap minggu pasti ada acara ‘Gowes bareng’, ‘Fun Bike’ di berbagai tempat. Sepeda kembali naik daun.

Continue reading

Jejak Polisi Masa Kolonial

Judul                   :   Polisi Zaman Hindia Belanda. Dari Kepedulian dan Ketakutan
Judul asli           :  De Geschiedenis van de politie in Nederlands-Indië: Uit zorg en angst
Penulis                : Marieke Bloembergen
Penerjemah      : Tristam P. Moeliono (penyelia)
Penerbit             : Penerbit Buku Kompas dan KITLV-Jakarta
Cetakan              : I,  Januari 2011
Tebal                  : XLIV + 539 hlm
ISBN                   : 978-979-709-544-4

Kepolisian modern pada masa Hindia-Belanda dibentuk pada paruh pertama abad kedua puluh yang merupakan produk dari rasa takut dan khawatir. Rasa takut bangsa Eropa terhadap bangkitnya pergerakan bangsa pribumi dan rasa khawatir paternalistis terhadap keamanan dan tata susila penduduk setempat. Rasa takut bangsa Eropa ini berkaitan dengan berbagai hal. Continue reading

Dekonstruksi Utusan Damai di Tanah Batak

Judul : Utusan Damai di Kemelut Perang: Peran Zending dalam Perang Toba

Penulis : Uli Kozok

Penerbit : Yayasan Pustaka Obor, Ecole francaise d’Extreme-Orient, Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial Unimed, Sekolah Tinggi Teologi Jakarta 2010

Tebal : 219 hlm ISBN : 978-979-461-776-2

Apa jadinya jika seorang tokoh yang dianggap sakral didekonstruksi sehingga bisa mengubah citra yang telah melekat? Apalagi jika tokoh tersebut berkaitan dengan salah satu isu yang sensitif di Indonesia yaitu agama.

Continue reading

Momen Estetik Seorang Arkeolog

Judul    : Momen Estetik 9 Windu Edi Sedyawati

Penulis : Yuke Ardhiati

Penerbit : Widya Dharma- Denpasar, Oktober 2010

Tebal : 192 halaman

Apa yang Anda bayangkan jika saya menyebut kata arkeolog? Mungkin seperti kebanyakan di benak sebagian orang , bayangan sosok arkeolog kumuh dan lusuh. Saya membayangkan sosok Dr. Henry Walton Jones, Jr alias Indy, tokoh petualang fiktif dari seri Indiana Jones yang diperankan oleh Harrison Ford. Tokoh Jones yang diciptakan oleh George Lucas adalah seorang profesor arkeologi yang juga agen Office of Strategic Services (OSS), dinas intelijen Amerika Serikat selama Perang Dunia II, cikal bakal CIA.

Continue reading

Kisah Pedagang Keju

Judul        :  Kaas – Keju
Penulis        : Willem Elsschot
Penerjemah    : Jugiarie Soegiarto
Penerbit    : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2010
Tebal        : 173 hlm

“Coba kamuorang kasih tunjuk di mana itu ekstrimis. Nanti kitaorang kasih keju en susu!”. Inilah dialog dari serdadu Belanda yang kerap kita dengar dalam film-film berlatarbelakang perang kemerdekaan Indonesia. Coba perhatikan imbalan yang diimingkan. Keju dan susu. Keju, jelas bukan produk Indonesia.  Oleh karena itu iming-iming serdadu Belanda kepada penduduk pribumi dapat meruntuhkan ‘iman’: “Kamuorang kasih tunjuk kitaorang di mana itu ekstrimis sembunyi? Nanti kitaorang kasih kamuorang keju”

Keju. Itulah tema yang diangkat buku yang berjudul Kaas (keju). Jangan terkecoh. Buku ini bukan buku kuliner yang membahas seluk-beluk pembuatan keju. Namun, buku ini tentang keju.

Continue reading