Category Archives: Resensi

Jakarta Siapa yang Punya?

Judul               :  Jakarta: Sejarah 400 Tahun

Judul asli         :  Jakarta: A History

Penulis             : Susan Blackburn

Penerjemah  :  Gatot Triwira

Penerbit           : Depok, Masup Jakarta Juni 2011

Tebal               : 416 hal

Jakarta jadi ajang ‘pertempuran’ lagi. Setidaknya hal ini yang terlihat dari para kandidat gubernur dan wakilnya yang mencalonkan diri menjadi orang nomor satu di ibukota negara. Pencalonan para kandidat tersebut memperlihatkan tabuhan ‘genderang perang’ pertama partai-partai politik yang akan bertarung pada Pemilu 2014 nanti.

Continue reading

‘Belanda Hitam’ di Hindia-Belanda

Judul   :  Serdadu Afrika di Hindia-Belanda 1831-1945
Judul asli :  Zwarte Hollanders: Afrikaanse Soldaten in Nederlands-Indië
Penulis   :  Ineke van Kessel
Penerjemah :  S.Hertini Adiwoso
Penerbit :  Komunitas Bambu- NLVPF- IAK, Mei 2011
Tebal   :  xiv + 306 halaman
ISBN : 978-979-373-198-8

Apa yang muncul di benak Anda jika mendengar tentang orang Afrika di Indonesia? Mungkin Anda akan menyebut para kriminal, penjual-penyelundup narkoba atau pemain sepakbola, anggota legiun asing asal Afrika yang membela kesebelasan profesional di sini. Continue reading

Potret Depok Tempo Doeloe

Judul: Depok Tempo Doeloe, Potret Kehidupan Sosial & Budaya Masyarakat

Penulis: Yano Jonathans

Penerbit: Libri, Jakarta 2011

Halaman:  xviii + 274 hal

ISBN: 978-979-687-941-0

Apabila kita membicarakan Depok akan muncul berbagai hal yang berhubungan dengannya. Mulai dari jalur kereta Jabotabek atau Commuter, kampus Universitas Indonesia yang hijau, jalan Margonda yang selalu macet pada saat jam kerja dan pulang kerja dengan aneka kuliner di sepanjang jalan tersebut, hingga satu komunitas yang dikenal dengan ‘Belanda Depok’.

Continue reading

Mengayuh Onthel, Menggali Kenangan

Judul                 : Pit Onthel

Penyunting     : Yemima Lintang Khastiti

Penerbit           : Kepustakaan Populer Gramedia dan Bentara Budaya

Cetakan           : I,  Juni 2011

Tebal               : VI + 90 hlm

ISBN               : 978-979-91-0342-0

Sesuatu yang tua tidak selalu tak berguna. Demikian halnya dengan benda yang satu ini. Benda yang menjadi bagian perjalanan perkembangan teknologi, dari alat transportasi menjadi alat rekreasi. Benda itu adalah sepeda. Lihat saja tiap minggu pasti ada acara ‘Gowes bareng’, ‘Fun Bike’ di berbagai tempat. Sepeda kembali naik daun.

Continue reading

Jejak Polisi Masa Kolonial

Judul                   :   Polisi Zaman Hindia Belanda. Dari Kepedulian dan Ketakutan
Judul asli           :  De Geschiedenis van de politie in Nederlands-Indië: Uit zorg en angst
Penulis                : Marieke Bloembergen
Penerjemah      : Tristam P. Moeliono (penyelia)
Penerbit             : Penerbit Buku Kompas dan KITLV-Jakarta
Cetakan              : I,  Januari 2011
Tebal                  : XLIV + 539 hlm
ISBN                   : 978-979-709-544-4

Kepolisian modern pada masa Hindia-Belanda dibentuk pada paruh pertama abad kedua puluh yang merupakan produk dari rasa takut dan khawatir. Rasa takut bangsa Eropa terhadap bangkitnya pergerakan bangsa pribumi dan rasa khawatir paternalistis terhadap keamanan dan tata susila penduduk setempat. Rasa takut bangsa Eropa ini berkaitan dengan berbagai hal. Continue reading

Dekonstruksi Utusan Damai di Tanah Batak

Judul : Utusan Damai di Kemelut Perang: Peran Zending dalam Perang Toba

Penulis : Uli Kozok

Penerbit : Yayasan Pustaka Obor, Ecole francaise d’Extreme-Orient, Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial Unimed, Sekolah Tinggi Teologi Jakarta 2010

Tebal : 219 hlm ISBN : 978-979-461-776-2

Apa jadinya jika seorang tokoh yang dianggap sakral didekonstruksi sehingga bisa mengubah citra yang telah melekat? Apalagi jika tokoh tersebut berkaitan dengan salah satu isu yang sensitif di Indonesia yaitu agama.

Continue reading

Momen Estetik Seorang Arkeolog

Judul    : Momen Estetik 9 Windu Edi Sedyawati

Penulis : Yuke Ardhiati

Penerbit : Widya Dharma- Denpasar, Oktober 2010

Tebal : 192 halaman

Apa yang Anda bayangkan jika saya menyebut kata arkeolog? Mungkin seperti kebanyakan di benak sebagian orang , bayangan sosok arkeolog kumuh dan lusuh. Saya membayangkan sosok Dr. Henry Walton Jones, Jr alias Indy, tokoh petualang fiktif dari seri Indiana Jones yang diperankan oleh Harrison Ford. Tokoh Jones yang diciptakan oleh George Lucas adalah seorang profesor arkeologi yang juga agen Office of Strategic Services (OSS), dinas intelijen Amerika Serikat selama Perang Dunia II, cikal bakal CIA.

Continue reading

Kisah Pedagang Keju

Judul        :  Kaas – Keju
Penulis        : Willem Elsschot
Penerjemah    : Jugiarie Soegiarto
Penerbit    : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2010
Tebal        : 173 hlm

“Coba kamuorang kasih tunjuk di mana itu ekstrimis. Nanti kitaorang kasih keju en susu!”. Inilah dialog dari serdadu Belanda yang kerap kita dengar dalam film-film berlatarbelakang perang kemerdekaan Indonesia. Coba perhatikan imbalan yang diimingkan. Keju dan susu. Keju, jelas bukan produk Indonesia.  Oleh karena itu iming-iming serdadu Belanda kepada penduduk pribumi dapat meruntuhkan ‘iman’: “Kamuorang kasih tunjuk kitaorang di mana itu ekstrimis sembunyi? Nanti kitaorang kasih kamuorang keju”

Keju. Itulah tema yang diangkat buku yang berjudul Kaas (keju). Jangan terkecoh. Buku ini bukan buku kuliner yang membahas seluk-beluk pembuatan keju. Namun, buku ini tentang keju.

Continue reading

Het koloniale beschavingsoffensief in Indië

Titel                     : Het koloniale beschavingsoffensief: Wegen naar het nieuwe Indië 1890-1950
Redacteur        : Marieke Bloembergen & Remco Raben
Uitgever           : KITLV, Leiden 2009
Pagina’s              : 361 blz

Dit boek verschijnt ter gelegenheid van het afscheid van Elsbeth Locher-Scholten van de Universiteit Utrecht. Veertien auteurs in deze bundel zijn Petra Groen, Marieke Bloembergen, Sita van Bemmelen, Henk Schulte Nordholt, Pieter Drooglever, Jur van Goor, Tessel Pollman, Berteke Waaldijk, Susan Legêne, Esther Captain, Remco Raben, Hans Meijerm, Bob de Graaff,  en Marten Kuitenbouwer.  Ze onderzoeken de tegenstrijdigheden in het ontwikkelingsbeleid en vooruitgangsdenken van het koloniale tijdperk, en de uiteenlopende percepties van hun nieuwe Indië.
Continue reading

Nyai, Nenek Moyang Kaum Indo

Judul             :  De njai, Het concubinaat in Nederland-Indië
Penulis         :  Reggie Baay
Penerbit      :  Athenaeur-Polak & Van Gennep
Tebal             :  302 hlm

Apa hubungan antara Nyai dan Kaum Indo?  Dalam salah satu kesempatan Professor Pamela Pattynama, guru besar luar biasa Universiteit van Amsterdam mengutip kalimat dari penulis buku ini, Reggie Baay. ”Nyai adalah nenek moyang kaum Indo Eropa.” Kalimat ini sebenarnya berasal dari Rob van Nieuwenhuys.

Apabila kita menyebutkan kata  ’nyai’ pada masa kolonial, kemungkinan reaksi orang akan beragam. Ada yang tersenyum kecut, memasang wajah sinis atau meremehkan dan mungkin saja mengangkat bahu. Enggan membicarakannya lebih lanjut. Nyai pada masa kolonial kerap disandingkan dengan urusan dapur dan kasur yang berfungsi sebagai ’teman’ bagi para pria Eropa kesepian di tanah surga.
Continue reading