Gadis Afrika Penyelamat Raja Swedia

the-girl-who-saved-54f7fc5158967‘Kotoranmu, rezekiku’.  Tulisan ini sempat saya baca di sebuah toilet umum di terminal ibu kota. Keberadaan toilet umum memang penting bagi mereka yang membutuhkan untuk membuang hajat mereka. Inilah latar awal dari buku The Girl Who Saved the King of Sweden karya Jonas Jonasson. Sebuah jamban umum di Soweto, kota kumuh di Afrika Selatan pada abad silam.

Apabila dalam karya sebelumnya the 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Dissappeared, tokoh utamanya seorang pria, maka dalam buku The Girl…tokoh utama adalah Nombeko Mayeki, seorang gadis kecil Afrika Selatan (kulit hitam) yang tumbuh menjadi wanita dewasa.

Sekilas jalinan cerita yang dibuat mirip karya Jonasson sebelumnya the 100-Year-Old Man…  Petualangan ‘mancanegara’, bertemu berbagai tokoh sebagai cameo berkelindan dalam buku jenaka ini.

Apabila dalam buku the 100-Year-Old Man, Indonesia sempat disinggung, kali ini Indonesia tidak muncul. Sebagai gantinya adalah China (Tiongkok). Negara ini yang dapat dikatakan sebagai salah satu kunci penting dalam novel ini.

Setelah berhasil keluar dari Soweko dan pekerjaannya sebagai pembersih jamban, Nombeko dengan berlian peninggalan Thabo (pria genit yang mengajarinya membaca), dilindas mobil di Johannesburg. Nasib ini yang mengantarnya ke instalasi nuklir di Pelindaba, satu jam ke utara Johannesburg. Nombeko ‘dijatuhi hukuman’ bekerja di instalasi nuklir tersebut karena membuat Insinyur Engelbrecht van der Westhuizen menabrak dan melindasnya.

Di dalam instalasi nuklir tersebut Nombeko bertemu dengan tiga gadis keturunan Tiongkok ( si bungsu, si tengah, dan si sulung). Ketiga gadis ‘dijatuhi hukuman’ bekerja di instalasi karena menipu sang insinyur dengan gerabah angsa dari dinasti Han palsu.

Awalnya ketiga gadis Tiongkok itu menjaga jarak dengan Nombeko. Oleh karena bermain mahyong lebih menyenangkan jika dimainkan empat orang, maka bertemanlah mereka. Selain mengajari huruf-huruf dan simbol dalam permainan mahyong ketiga gadis Tiongkok mengajari Nombeko bahasa Tiongkok. Sementara itu Nombeko mengajari mereka bahasa Xhosa, bahasa yang dikenal Nombeko dari ibunya.

Bahasa Tiongkok yang dimiliki Nombeko ini kelak menjadi salah satu modalnya bertemu dengan orang-orang penting dari Tiongkok dan karir gadis mantan penguras jamban.

Bagaimana Nombeko berhasil kabur dari instalasi nuklir tersebut dan mengelabui dua agen Mossad serta petualangannya dengan tokoh-tokoh lain seperti si kembar Holger dan Holger, perdana menteri dan raja di Swedia, silakan telusuri sendiri novel ini .

cover buku: http://www.mizanstore.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *