MAKNYUSS!

Berita wafatnya Pak Bondan ‘Maknyus’ Winarno pada Rabu pagi 29 November sangat mengejutkan. Saya menerima berita duka itu dari Grup WA Pusaka Indonesia. Awalnya, saya mengira hanya hoaks. Ternyata kabar duka itu benar adanya.

Saya mengenal Pak Bondan Winarno dari tulisannya dalam kolom mengenai kuliner dan saya menjadi anggota milis Jalansutra yang beliau dirikan. Saya sempat mengirim email kepada beliau mengenai pengalaman saya di Makassar pada penghujung akhir tahun 1990-an hingga tahun 2003. Tentunya pengalaman kuliner saya di Makassar.

Hal yang mengejutkan dan juga membanggakan, email saya tersebut dimuat dalam buku beliau Jalansutra: Kumpulan kolom tentang Jalan-jalan dan Makan-makan di Suara Pembaruan Minggu dan Kompas Cyber Media (2003). Ketika itu urusan kuliner ini belum semeriah seperti sekarang. Dalam e-mail tersebut saya menyinggung pengalaman Pak Umar Kayam, sosiolog, sastrawan yang juga doyan klepek ilat (pinjam ungkapan sejarawan Heri Priyatmoko) ketika tinggal di Ujung Pandang (Makassar). Pak Umar Kayam menyatakan bahwa orang di sana menyebut Kanre Jawa untuk semua jenis kue yang ada di sana.

Mungkin karena saya menyinggung hal tersebut, maka Pak Bondan berkenan memasukkan email saya dalam kumpulan kolomnya. Saya baru mengetahui jika Pak Bondan, Pak Umar, dan Pak Goen (Goenawan Mohammad) suka makan bareng. E-mail mengenai pengalaman kuliner tersebut kemudian saya kembangkan menjadi artikel dan judulnya saya jadikan judul buku catatan perjalanan saya selama di Makassar, Kue Bugis Kanre Jawa (2011).

Tahun 2006, Pak Bondan Winarno menjadi pembawa acara Wisata Kuliner di sebuah acara televisi. Acara wisata jajan yang mencicipi berbagai masakan dan makanan di Nusantara. Acara ini melambungkan nama beliau dengan jargon ‘Pokoke Maknyuss’.  Rasanya, makanan atau jajanan yang beliau cicipi, lalu dikomentari membuat kita melelehkan air liur.

Komentar-komentar beliau juga tidak sekedar ‘Enak banget,’, ‘Rasanya manis,’, ‘Agak pedes dikit dan ada asinnya juga,’, seperti para pemandu acara kuliner dadakan. Deskripsi Pak Bondan ketika menikmati makanan atau jajanan mengingatkan saya pada sketsa Mangan Ora Mangan dari Pak Umar Kayam.  Uraian mengenai Pènggèng èyèm Pak Joyoboyo dengan santan yang mlekoh atau soto ayam kampung lengkap dengan sambal, jeruk nipis, dan kerupuk dan sebagainya itu, elhoo….kok maknyuss! Nah, ungkapan maknyuss itu memang dari Pak Umar Kayam.

Selamat jalan, Pak Bondan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *