Naila

Alhamdulillah, akhirnya puteri kedua kami lahir. Kami memberinya nama: Naila Nadja Meuthia. Artinya kira-kira ‘Pencapai Wanita Mulia’. Kami ke rumah sakit hari Kamis 3 Juli jam 22.30 setelah si sulung Dan tidur. Kami sengaja begitu karena jika dia tahu kami pergi pasti dia mau ikut. Sampai di rumah sakit, istri saya sudah sampai bukaan 3 dan harus dirawat. Beruntung tempat tidur di sebelahnya kosong, saya rebahkan badan dengan berpakaian lengkap  tanpa ritual seperti biasa yaitu mencari buku bacaan. Badan terasa masih lelah setelah dua hari training di Lido, Sukabumi dan baru semalam bisa tidur dengan ‘benar’.

Esoknya, tanggal 4 Juli pagi, ternyata masih belum lahir. Bahkan memasuki bukaan 5, Istri mengatakan belum merasa sakit. Mungkin efek dari hypno-birthing yang ia pelajari. Waduh. Kemudian istri saya dipindahkan ke lantai dua supaya dekat dengan ruang bersalin. Usai Subuh saya pulang. Saya tengok Dan yang masih tidur  lalu mandi, menyegarkan tubuh. Setelah itu saya sempatkan mengirim beberapa e-mail serta mengerjakan beberapa pekerjaan lainnya. Jam 8 saya kembali ke rumah sakit.

Bukaan demi bukaan dilalui istri saya tanpa rasa sakit. Beberapa jam kemudian Dan menyusul dengan neneknya. Saya dan Dan bercanda di kamar perawatan. Kelihatannya dia sudah tahu akan mendapatkan adik. Istri saya lalu dibawa ke ruang bersalin di sebelahnya. Jam 12 saya menunaikan shalat Jumat hingga jam 12.30. Saat kembali ke ruang perawatan saya sempatkan makan siang yang sudah disediakan mertua. Sambil makan saya menengok ke ruang bersalin di sebelahnya melalui pintu kaca. Saya berpikir lama sekali proses kelahiran anak kedua ini. Makan siang pun tandas. Ketika keluar kamar, seorang suster bertanya: ‘Sudah lihat bayinya, Pak?’  Saya terkejut dan balik bertanya: ‘Bayinya sudah lahir?’.  ‘Sudah lima belas menit yang lalu’. ‘Laki-laki atau perempuan?’, tanya saya lagi  ‘Perempuan, Pak!’ ‘Alhamdulillah,’ujar saya. Setelah mengenakan pakaian khusus saya bergegas masuk ke ruangan bayi dan si kecil ternyata sudah ada di sana. Adzan dan Iqamat saya kumandangkan dengan lirih di kedua telinganya yang mungil. Matanya pun berkejap-kejap.

‘Naila Nadja Meuthia’ telah lahir pada jam 12.20, berat 3,2 Kg dan Panjang 50 Cm. Alhamdulillah, Semoga menjadi puteri yang shalihah.

2 thoughts on “Naila

  1. riri

    Ass. Wah selamat ya Bos, tau2 udah dua buntutnya, hehe… lahirannya di GPI lagi, mang skr tinggal dmn? jgn2 tetanggaan nih. Skali lg selamat jd bpk lg, semoga Naila jd anak shaliha, berbakti pd ortu dan cerdas spt bpknya. Amin

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *