‘November rain’

“Walaupun topik sejarah pariwisata di Bali tahun 1900 sampai 1930-an sudah biasa ditemukan dalam buku-buku para pakar seperti Michel Picard, sejarah pariwisata keseluruhan Indonesia masih merupakan ladang baru. Kita sangat berterima kasih pada Achmad Sunjayadi untuk membuka ladang yang luas ini.” Demikian tulis Prof. Adrian Vickers dari Sydney University dalam kata pengantar untuk buku Pariwisata di Hindia-Belanda 1891-1942. Buku ini diangkat dari disertasi yang saya pertahankan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia pada bulan Juli 2019 silam.

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas segala nikmatNya. Setelah melalui proses yang mirip dengan persiapan ‘ujian promosi’ sejak pihak EFEO Jakarta memutuskan akan menerbitkan disertasi saya, akhirnya buku tersebut terbit pada bulan November 2019.

Ketika berkunjung ke kantor EFEO Jakarta di kawasan Ampera Jakarta Selatan, Ibu Ade Pristie sempat memberitahukan bahwa naskah saya sudah dibaca oleh Pak Henri Chamber-Loir, Ibu Véronique Degroot, dan Michel Picard. Lalu yang akan menulis kata pengantar adalah Adrian (ketika itu Ibu Ade mengucapkannya dengan gaya Prancis, sehingga yang saya dengar Adriang). Ibu Ade menanyakan kepada saya apakah saya mengenal Adriang tersebut. Saya menggeleng. Lalu beliau melanjutkan bahwa Adriang adalah guru besar dari Australia. “Adriang Vickers,” kata Ibu Ade. “Oh, Professor Adrian Vickers!,” seru saya. “Ya, Adrian Vickers,” sahut Ibu Ade. “Pak Henri yang menghubungi beliau,” lanjut Ibu Ade.

Saya sangat senang mendengar kabar tersebut setidaknya setelah dinyatakan lulus dalam sidang promosi, lalu naskah tersebut dinyatakan ‘lulus’ dalam seleksi oleh Pak Henri Chamber-Loir, Ibu Véronique Degroot, dan Michel Picard, yang akan membuat kata pengantar adalah Prof. Adrian Vickers. Karya-karya Prof. Adrian Vickers, antara lain Bali, A Paradise Created (1989), A History of Modern Indonesia (2005), Journeys of Desire (2005).

Saya mengetahui informasi mengenai terbitnya buku saya tersebut dari akun Instagram Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia bahwa buku tersebut akan terbit pada tanggal 11 November 2019. Namun, ternyata diundur menjadi tanggal 18 November 2019. Pemberitahuan juga disampaikan oleh Ibu Ade Pristie dari EFEO melalui WA pada 11 November 2019 bahwa buku saya telah selesai dicetak.

Ketika dalam proses penerbitan, Mas Candra Gautama editor senior Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia meminta saya untuk mencari gambar alternatif untuk sampul buku. Menurutnya gambar sampul yang dibuat oleh EFEO tidak terlalu jelas. Saya pun mencoba mencari dan berhasil menemukan beberapa gambar yang langsung saya kirimkan ke alamat email Mas Candra Gautama. Ternyata setelah terbit, gambar sampul tetap seperti yang dirancang dan direncanakan oleh EFEO.
Bulan November yang dihiasi hujan menjadi kenangan terbaik tahun ini. So never mind the darkness/ We still can find a way/ ‘Cause nothin’ lasts forever/ Even cold November rain.

foto: Ade Pristie (EFEO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *