Tahun 2017

Tahun 2017 yang telah dilewati menyisakan kenangan. Ada banyak kenangan yang membahagiakan. Semua datang silih-berganti. Ada yang memang sudah diniatkan dan diresolusikan dari tahun-tahun sebelumnya. Ada pula yang datang tiba-tiba, tak diundang tapi harus dilaksanakan.

Tahun 2017 ada sejumlah artikel yang dihasilkan dan dipresentasikan di berbagai acara.
1. ‘Wisata Imaji’ Chairil Anwar dalam Ruang dan Waktu dipresentasikan acara Mengenang Chairil Anwar: Kepenyairan dan Pemikiran 4 Mei 2017. Dalam acara ini saya satu panel dengan Prof. Sapardi Djoko Damono.

2. ‘Raffles dan Pariwisata di Jawa’, artikel dalam buku Raffles dan Kita: Peringatan 200 Tahun The History of Java dengan editor Catrini Kubontubuh dan Eka Budianta. Sebelumnya, pada tanggal 6 Mei 2017 saya menyampaikan artikel tersebut dalam diskusi 200 Tahun The History of Java di Griya BPPI Jakarta.

3. ‘Chinese Community in the Netherlands-Indies in the View of Foreign Women Travelogue Writers of the 19th-20th Century’, makalah disampaikan di The 4th International Conference on Chinese-Indonesia Studies di FIB UI Depok (Agustus 2017)

4. ‘The Early Tourist Guidebooks to the Dutch East Indies and Malaya in the 19th and 20th Centuries’, makalah disampaikan di the 11th International Conference on Malaysia-Indonesia Relation (PAHMI 11) di FIB UI Depok (Agustus 2017)

5. ‘Cultural Aspects of Tourism Promotion Activities in the Dutch East Indies (1908-1941), makalah disampaikan di 2nd Asia Pasific Research in Social Sciences and Humanities (APRiSH) di Hotel Margo Depok (September 2017)

6. ‘Tracing the Early Tourism Activity in Eastern Indonesia’, makalah disampaikan di International Scholar Summit ‘On Shaping the Beter World 2017’ di Universitas Indonesia (Oktober 2017)
Makalah yang terakhir ini ‘mengakibatkan’ saya diberangkatkan ke University New South Wales, Sydney Australia pada pertengahan bulan November 2017.


Sebenarnya puncak ketegangan saya pada tahun 2017 adalah pada bulan Mei 2017 karena saya menjalani sidang tertutup dan dilanjutkan pada 6 Juli 2017 dengan sidang terbuka. Persiapan menghadapi ujian di saat menjelang liburan lebaran sangat menegangkan. Alhamdulillah saya berhasil mempertahankan disertasi tersebut yang berjudul ‘Dari Vreemdelingenverkeer ke Toeristenverkeer: Dinamika Pariwisata di Hindia-Belanda 1891-1942’.

Untuk tahun 2018 sedang dipersiapkan sejumlah artikel dan naskah. Semoga semua terwujud.

Wisata Menantang Maut

Meletusnya Gunung Agung di Bali akhir November 2017 silam membuat dunia kepariwisataan di wilayah tersebut mengalami gangguan. Banyak turis yang membatalkan liburan ke pulau tersebut. Namun, ada juga para turis yang nekad bertahan tinggal di Bali. Mereka malah mengabadikan momen langka yang mungkin hanya sekali seumur hidup. Fenomena para turis ‘menantang maut’ dengan menikmati objek wisata yang dalam kondisi tidak normal ini bukan lah fenomena baru. Bila kita menelusuri catatan masa silam, kita menemukan fenomena yang sama. Continue reading

KISAH PARA PEREMPUAN BELANDA PENDUKUNG REPUBLIK

Judul: Tanah Air Baru, Indonesia
Judul asli: Enkele Reis Indonesië. Vier Amsterdamse vrouwen in hun nieuwe vaderland
Penulis: Hilde Janssen
Penerjemah: Meggy Soedjatmiko
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan: I, 2016
Tebal: 360 halaman
ISBN: 978-602-03-3541-4
Harga: Rp. 89.000

Berawal dari sehelai foto yang dibeli Hilde Janssen pada pameran peringatan 65 tahun Republik Indonesia tahun 2010 di Jakarta. Dalam foto itu memuat gambar dua perempuan kulit putih berambut pirang yang sedang menjulurkan badan di atas kereta api. Di bagian bawah foto terdapat keterangan bertuliskan: ‘Wanita-wanita Belanda dalam perjalanan menuju Republik, 1947’.

Beragam pertanyaan muncul di benak Hilde Janssen dan mungkin kita ketika melihat foto tersebut. Mengapa mereka menuju wilayah Republik? Siapa sebenarnya kedua perempuan Belanda itu? Apa yang mereka lakukan di wilayah Republik ketika orang-orang Belanda justru meninggalkan wilayah Republik? Bagaimana nasib mereka selanjutnya? Continue reading

PETUALANGAN DI TANAH ‘PARA PEMBURU KEPALA’

Judul: Tanah Para Pendekar: Petualangan Elio Modigliani di Nias Selatan Tahun 1886
Judul asli: Fra i tagliatore di teste. Elio Modigliani: un fiorentino all’ esplorazione di Nias Salatan-1886
Penulis: Vanni Puccioni
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan: I, 2016
Tebal: 360 halaman
ISBN: 978-602-03-3164-5
Harga: Rp. 110.000

“Kebiasaan memburu manusia untuk dipenggal kepalanya sebagai piala merupakan karakteristik penting di Nias Selatan. Hal ini berbeda dengan kebiasaan penduduk di Nias Utara.” Demikian catatan Elio Modigliani (1860-1932), petualang asal Italia ketika menjelajah Nias selatan pada 1886. Daerah ‘liar’ yang merupakan daerah kekuasaan suku para pemburu kepala manusia dan tak pernah berhasil ditaklukkan pemerintah kolonial Belanda. Modigliani kembali dengan selamat ke Italia dan menuangkan pengalamannya dalam buku Viaggio a Nias (Perjalanan ke Nias) yang terbit tahun 1890. Suatu karya etnografis yang sarat informasi tentang budaya Nias.
Continue reading

Disertasi yang baik adalah disertasi yang selesai

Bagaimana rasanya setelah promosi dan jadi doktor?’, tanya salah seorang rekan. ‘Pasti sekarang sudah bisa tidur nyenyak.’. ‘Wah, sekarang  jalannya sudah tegak.’ ‘Wajahnya sumringah.’  Berbagai komentar tersebut saya dengar dan terima dengan senyuman.

Continue reading

Catatan Turistik Seorang Pangeran Jawa

Judul: De Grote Reis van Prins Soeparto Java-Nederland 14 Juni -17 Juli 1913

Penulis: Raden Mas Haryo Soerjosoeparto

Pengantar: Madelon Djajadingrat

Ilustrasi   : Hoesein W. Djajadiningrat

Penerbit: AD.Donker-Rotterdam

Cetakan: I, 2014

Tebal: 166 halaman

ISBN:  978-90-6100-686-2

Pada masa kolonial banyak catatan perjalanan atau yang mengarah pada catatan turistik yang ditulis oleh orang asing, khususnya orang Belanda. Namun, tidak banyak catatan perjalanan yang ditulis oleh orang Hindia. Dari catatan perjalanan yang sedikit itu, catatan perjalanan Pangeran Soeparto ini perlu mendapatkan catatan tersendiri.

Continue reading

Begpacker dan Backpacker

Beberapa waktu lalu muncul foto dua orang kulit putih alias bule sedang mengemis di Singapura. Persoalannya adalah mereka mengemis dan mengamen. Tujuannya bukan untuk makan, melainkan untuk liburan. Sebagai contoh dalam salah satu foto tampak seorang bule di Hongkong memegang papan bertuliskan huruf kapital: I AM TRAVELING AROUND ASIA WITHOUT MONEY. PLEASE SUPPORT MY TRIP.  Kemungkinan yang muncul di benak kita adalah: “lho, mau jalan-jalan kok nggak bermodal?”

Continue reading

Menguak Sisi Kontroversial Raffles

Judul: Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa

Penulis: Tim Hannigan

Penerjemah: Bima Budiarto

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

Tahun terbit: 2015

Tebal: xv + 419 halaman

ISBN: 978-979-91-0956-9

No panggil: 959.820.223.HAN

‘Rumput di halaman tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri’. Demikian peribahasa yang kita kenal, jika kita membandingkan kondisi kita yang kurang beruntung dengan keberuntungan orang lain. Kerap kali kita, orang Indonesia membandingkan dan membayangkan betapa beruntungnya jika kita dijajah Inggris daripada dijajah Belanda. Dalam catatan sejarah, kita (tepatnya Jawa) memang pernah berada di bawah kekuasaan Inggris periode 1811-1816. Satu nama yang berkaitan dengan kekuasaan Inggris di Jawa: Raffles. Continue reading

Mencari Sejarah Pariwisata Budaya di Bali

 

dans-bali

Sebuah undangan simposium saya terima. Acaranya tanggal 28 Januari 2017 di Balairung Susilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar RI. Awalnya ada beberapa hal yang membuat saya enggan untuk menghadirinya. Pertama, acara itu berlangsung pada hari Sabtu kedua bertepatan dengan hari libur Imlek, dan ketiga guyuran hujan dari pagi hingga sore membuat saya enggan untuk keluar rumah. Namun, judul simposium itu membuat saya penasaran dan bersemangat untuk menghadirinya. Apalagi saya sempat berfikir tema tersebut berhubungan dengan penelitian disertasi saya.

Continue reading