Sekilas sejarah Program Studi Belanda FIB Universitas Indonesia

Enam tahun sudah saya berada di Program Studi Belanda FIB (FS) UI.  Sebelumnya saya sempat ‘mengembara’, ‘berguru’ pengalaman di lain pulau.  Saatnya kembali ke barak (pinjam istilah militer). Mungkin tidak banyak yang tahu jika Program Studi Belanda yang ada di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, sudah berusia 40 tahun. Berikut sekilas sejarah Program Studi Belanda FIB UI.

Pada 1 Februari 1949 pada Fakultas Sastra Nood-Universiteit (universitas darurat)-Universiteit van Indonesië dibuka jurusan khusus Bahasa dan Kesusastraan Belanda yang merupakan jurusan keenam di fakultas tersebut.

Sebelumnya Fakultas Sastra memiliki lima jurusan yaitu Bahasa dan Sastra Indonesia, Sinologi, Sejarah, Etnologi, Arkeologi dan Sejarah Kuno Kepulauan Nusantara (Hooykas 1948:9)
Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Belanda ini hanya mampu berdiri selama tiga tahun karena pada awal tahun akademik 1952-1953 ditutup. Pada tahun akademik baru, hanya diberikan bahasa Belanda sebagai mata kuliah tambahan di Jurusan Inggris oleh Ny. Th. Kuiper-Weyhenke (Groeneboer 1995:21)

Kebijakan politik Indonesia di bawah Presiden Soekarno pada tahun 1957 sehubungan dengan masalah Irian Barat berimbas pula pada Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Belanda. Semua yang berbau ‘Belanda’ dihapuskan. Kita tentu ingat kebijakan politik “Nasionalisasi” Presiden Soekarno.
Barulah pada akhir tahun enam puluhan hubungan Indonesia dan Belanda kembali membaik. Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia ketika itu, Prof. Dr. Slametmuljana berinisiatif dengan dukungan Belanda membuka jurusan Bahasa dan Kesusastraan Belanda yang baru. Hasil dari Persetujuan Kebudayaan Indonesia-Belanda yang ditandatangani pada 1968, dua ahli Belanda ditugaskan di fakultas: Drs.J.W de Vries dan Drs. G. Termorshuizen. Selain itu dua orang staf pengajar Indonesia juga turut membantu yaitu Dra. Afiah Thamrin dan Dra. Tjiptaning Fuad Hassan. Di bawah pimpinan Dr. Harsja W. Bachtiar sebagai kepala program studi dan Dra. Afiah sebagai sekretaris program studi, pada bulan Oktober 1969 Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Belanda dibuka secara resmi.

Awal tahun 1970 kuliah-kuliah pertama dengan 35 mahasiswa berjalan. Dari 35 mahasiswa itu, hanya delapan yang berhasil menyelesaikan kuliah hingga akhir.
Pada tahun 1977 didirikan program pendidikan professional tiga tahun (D3) dengan bahasa Belanda sebagai pengutamaannya. Program ini mendidik mahasiswa untuk menguasai pekerjaan di bidang usaha dan pariwisata. Tahun 2008 seiring dengan kebijakan universitas untuk menjadikan UI sebagai universitas riset, dibentuk program pararel. Pada tahun 2008 inipula Program D3 FIB ditutup.

Tahun ini Program Studi Belanda FIB UI berusia 40 tahun dan berkembang dengan baik. Pada saat ini terdapat 19 tenaga pengajar bergelar master dan doktor dengan 218 mahasiswa program sarjana (reguler dan pararel) serta 9 mahasiswa program diploma 3. Selain itu beberapa pengajar mengampu mata kuliah lintas program studi dan fakultas yaitu mata kuliah Bahasa Belanda Dasar dan Bahasa Belanda Sumber Hukum dengan jumlah mahasiswa sekitar 300 mahasiswa setiap tahun.

Selama 40 tahun Program Studi Belanda FIB UI telah menghasilkan banyak lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia maupun di luar negeri serta bekerja di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, lembaga pemerintah, media massa, perbankan.
Satu pengajar Program Studi Belanda saat ini sedang mengikuti program postdoctoral. Tiga pengajar saat ini sedang menyelesaikan doktornya dan beberapa pengajar sedang mempersiapkan untuk mengikuti program doktor. satu pengajar muda sedang menyelesaikan program master di Belanda dan satu pengajar muda lainnya akan mengikuti program master di Belanda.

Beberapa karya para pengajar Program Studi Belanda FIB UI juga telah dihasilkan, baik berupa buku teks maupun karya ilmiah. Seperti Belajar Bahasa Belanda untuk Studi Hukum, Welkom, Bahasa Belanda Pariwisata, Tata bahasa Bahasa Belanda, Makna Sosio-historis batu Nisan VOC di Batavia, Vereniging Toeristenverkeer Batavia (1908-1942): Awal Turisme Modern di Hindia-Belanda. Para pengajar juga aktif mengikuti pertemuan ilmiah di dalam maupun luar negeri, baik sebagai peserta maupun pemberi makalah.

Program Studi Belanda FIB Universitas Indonesia merupakan satu-satunya program studi di Asia Tenggara dan Oceania yang menyelenggarakan pendidikan jenjang sarjana studi Belanda dan diakui secara internasional oleh Nederlandse Taalunie (Uni Bahasa Belanda).

Dalam kurun waktu 40 tahun Program Studi Belanda telah bekerja sama dengan berbagai pihak antara lain Nederlandse Taalunie (NTU) – Uni Bahasa Belanda (Belanda, Belgia, Suriname), Erasmus Taalcentrum (Pusat Bahasa Belanda) Jakarta. Kerja sama tersebut dalam bentuk bantuan untuk pelatihan para pengajar Program Studi Belanda baik di Indonesia, Belanda maupun Belgia serta bantuan kepustakaan. Selain itu Nederlandse Taalunie juga menempatkan seorang penasihat akademis di Indonesia yaitu Dr. Kees Groeneboer serta mengirimkan dosen-dosen tamu setiap tahun.
Bantuan juga diberikan setiap tahun kepada para mahasiswa berprestasi dalam bentuk beasiswa kursus musim panas bahasa dan budaya di Belanda dan Belgia. Selain itu pada bulan Mei setiap tahun, bekerjasama dengan Erasmus Taalcentrum diselenggarakan Ujian Bahasa Belanda sebagai Bahasa Asing yang menggunakan standar internasional, khususnya untuk bahasa Eropa (Europese Referentie Kader)- Common European Framework.

Sumber:
Groeneboer, Kees.1995. “De eerste studierichting Nederlands 1949-1952” dalam 25
tahun Studi Belanda di Indonesia
. Depok: FSUI

Suratminto, Liliek. 1995. “De huidige situatie bij de vakgroep Nederlands” dalam 25
tahun Studi Belanda di Indonesia.
Depok: FSUI

Gustinelly, Eliza (eds.). 2005. Tiga Puluh Lima Tahun Studi Belanda di Indonesia. Depok: FIB UI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *