2020 is bijna afgelopen

Het is november. Het is bijna aan het eind van 2020. 2020 is bijna afgelopen. Vorige jaar hetzelfde maand in november verscheen mijn boek over toerisme na een paar maanden onder de redactie was. De pandemie is nog niet klaar en we werken nog thuis. Ik kijk even naar mijn blog in januari 2020. Ik schreef: ‘het jaar 2020. Het getal is uniek want er zijn vier cijfers die dezelfde zijn. Twee nul, twee nul.’
Continue reading “2020 is bijna afgelopen”

2020

Tahun 2020. Angka yang unik karena ada empat angka yang sama yaitu 2020. Dua kosong, dua kosong. Melihat capaian tahun 2019 dan merencanakan tahun 2020 menjadi bagian dari upaya untuk menyemangati diri tetap melangkah ke depan. Tahun 2019 sebuah buku yang diangkat dari disertasi terbit pada bulan November 2019 silam. Satu book chapter terbit pada bulan Oktober 2019 hasil dari Simposium Membaca Ulang Max Havelaar 2019 di Rangkasbitung serta satu book chapter satu abad sejarah DPR. Beberapa artikel jurnal juga terbit pada 2019 silam. Namun, tahun 2019 tidak ada artikel yang terbit di surat kabar umum. Sementara itu ada beberapa draf artikel yang ditulis sendiri maupun bersama mahasiswa dari beberapa konferensi internasional, seperti Inusharts, Aprish, dan International Seminar on Public History.

Kegiatan lain pada 2019 adalah menjadi anggota tim pengabdian masyarakat yaitu penerjemahan untuk konten website Oorlogsgraven Stichting yang diambil dari kenangan para penyintas. Ada dua hibah penelitian yang diperoleh tahun 2019 silam yaitu mengenai ‘perkembangan musik dan pariwisata di Indonesia dari masa kolonial hingga pascakolonial’ dan ‘model kota kreatif di Indonesia: kajian atas penguatan dan pengembangan kota kreatif Bandung’.

Beberapa seminar dan konferensi nasional maupun internasional, baik yang membawakan makalah atau hanya menjadi peserta, juga diikuti. Dalam proses kegiatan-kegiatan tersebut bertemu dengan orang-orang dan kawan-kawan baru menjadi bagian yang menarik. Misalnya International Seminar Indonesian Heritage and Library Collection dalam rangka memperingati 50 tahun KITLV di Indonesia pada bulan Juni, History Fair Seminar bulan Oktober, International Forum for Advancement of Culture pada bulan Oktober, Seminar Sejarah Nasional pada bulan Desember 2019.

Rencana 2020 hampir serupa dengan agenda 2019 yaitu perbaikan artikel untuk jurnal nasional dan internasional, kolaborasi penelitian, perbaikan artikel bersama mahasiswa untuk book chapter, draf naskah buku dengan tema-tema yang masih ‘rahasia’. Untuk karir, tahun ini mengumpulkan semua berkas yang diperlukan untuk kenaikan ‘pangkat’, meskipun sempat terdengar selentingan bahwa prasyarat yang ditetapkan semakin sulit tetapi ‘lebih baik menyalakan senter daripada memaki dalam kegelapan’. Semoga semua dimudahkan dan dilancarkan.

Foto: taudariblogger.info
koleksi Reno Andam Suri