Rangkasbitung 2019

Tuan-tuan dan nyonya-nyonya
Salam sejahtera!
Nama saya Multatuli.
Datang dari masa lalu.
Dahulu abdi Kerajaan Belanda,
Ditugaskan di Rangkasbitung,
Ibukota Lebak saat itu.

Continue reading “Rangkasbitung 2019”

Agustus Serius

Bulan Juli hingga pertengahan bulan Agustus lalu merupakan bulan penuh kesibukan. Tidak hanya berkaitan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha dan Proklamasi 17 Agustus tetapi juga berbagai kesibukan lain. Kesibukan akademik dan non akademik.
Continue reading “Agustus Serius”

Plesiran Tempo Doeloe (lagi)

Tanggal 23 Juni 2019 saya kembali terlibat dalam kegiatan Sahabat Museum yang kali ini bekerjasama dengan Museum Sejarah Jakarta dengan tema Kisah Perjalanan 400 Tahun Batavia-Jakarta. Acara tersebut dibagi selama dua hari. Pada hari pertama tanggal 22 Juni 2019 dengan tema Soenda Calapa, Jacatra, Batavia. Hari kedua tanggal 23 Juni 2019 dengan tema Batavia, Djakarta, Jakarta.
Continue reading “Plesiran Tempo Doeloe (lagi)”

Wisata Mata, Wisata dalam Gambar

‘….seindah warna aslinya’. Ini adalah potongan dari iklan sebuah produk film kamera analog yang kerap muncul di TVRI, satu-satunya stasiun televisi di negeri tercinta ini. Maksudnya adalah foto yang dihasilkan oleh film tersebut diklaim memiliki warna seindah situasi aslinya. Apakah memang benar demikian, tentunya tergantung pada banyak hal.
Continue reading “Wisata Mata, Wisata dalam Gambar”

‘Vlieg Er’s uit’: Turisme di Belanda pada Masa Pendudukan Jerman

Perang dan kegiatan turisme merupakan dua hal yang tampaknya tidak dapat disatukan. Faktor keamanan dan kenyamanan yang merupakan faktor penting dalam kegiatan turisme, tidak dapat dipenuhi dalam kondisi perang. Kondisi damai merupakan kondisi ideal untuk kegiatan turisme. Hal lain adalah perang dapat mempengaruhi kegiatan turisme di suatu wilayah yang berada dalam kondisi perang. Kegiatan turisme di wilayah dalam kondisi perang tersebut dapat terganggu hingga berhenti sama sekali. Namun, dalam praktiknya kegiatan turisme di suatu wilayah dalam kondisi perang tidak berhenti begitu saja. Kegiatan turisme ternyata masih ada walau dengan bentuk dan pelaku yang mungkin berbeda.
Continue reading “‘Vlieg Er’s uit’: Turisme di Belanda pada Masa Pendudukan Jerman”

Target di tahun 2019

Tahun 2019 sudah berjalan hampir sebulan. Agenda tahun ini pun sudah mulai dicanangkan. Capaian tahun lalu dievaluasi dan dilihat kembali. Mana yang harus diperbaiki dan mana yang perlu ditingkatkan. Tahun lalu diwarnai dengan dua buku dan berbagai artikel yang ditulis sendiri dan yang berkolaborasi dengan rekan serta beberapa mahasiswa. Artikel-artikel itu pun sudah dipresentasikan in konferensi. Bahkan, artikel-artikel itu sempat dikonsultasikan dengan seorang pakar di Belanda.
Continue reading “Target di tahun 2019”

Kembali ke Yogya

Akhir tahun 2018 ditutup dengan mengikuti kegiatan ilmiah, tepatnya Seminar Sejarah Nasional tahun 2018. Seminar ini bertema Paradigma dan Arah Baru Pendidikan Kesejarahan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya acara seminar akan diselenggarakan pada 14-15 Desember 2018 tetapi kemudian dimajukan menjadi 3-4 Desember 2018.
Continue reading “Kembali ke Yogya”

Dari Turisme ke Pariwisata: Melacak Jejak Istilah Turisme di Indonesia

Salah satu artikel yang dimuat dalam Jurnal Melancong. Jurnal Perjalanan Wisata, Destinasi, dan Hospitalitas, Vol.1, 1, Maret 2018.

Berikut abstrak artikel tersebut.

Abstract
As one of the human activities for their leisure time, tourism is often considered as unimportant activities. According to Thorsten Veblen who examined the behavior of the upper classes, leisure activities owned by the upper classes is the non-productive use of time. This article discusses the origin of words related to tourism activities in Indonesia. The words that are discussed such as Dutch words vreemdelingenverkeer, toeristenverkeer, toerisme, toerist(en). By using newspapers from the Netherlands Indies period and Indonesian newspapers today and also the newspapers from the Netherlands in the 19th century, this article analyzes which words have a shift in the meaning. The official documents issued by the government of the Netherlands Indies and the Republic Indonesia are also used in this article. The result is there are the words that have a shift in the meaning because they related to using of the words and its original meaning in the Netherlands.

Kata kunci: istilah turisme; pariwisata Indonesia; toeristenverkeer; vreemdelingenverkeer

(Bukan) Tabu di Nusantara

Bulan Agustus, September, dan Oktober merupakan bulan-bulan penuh kesibukan. Kesibukan masih akan berlanjut menjelang akhir tahun. Di sela-sela kesibukan ada kabar gembira. Akhirnya setelah sekian lama menjalani proses, buku (Bukan) Tabu di Nusantara terbit.

Continue reading “(Bukan) Tabu di Nusantara”

Akulturasi dalam Turisme di Hindia-Belanda

Satu artikel lagi yang terbit dalam bahasa Indonesia. Artikel ini dimuat di jurnal Paradigma dengan judul Akulturasi dalam Turisme di Hindia-Belanda.
Continue reading “Akulturasi dalam Turisme di Hindia-Belanda”