Tag Archives: achmad sunjayadi

Turisme Depok Masa Hindia-Belanda bagian 1

depok_stationBila kita mengingat Depok puluhan tahun silam, yang muncul di ingatan kita adalah sebuah kota yang tak terlalu ramai. Jalan menuju Depok dari Pasar Minggu serta jalan Margonda yang kita kenal pun sekarang masih belum seramai sekarang. Di kanan-kiri jalan masih terlihat pepohonan yang rimbun. Kemacetan yang ada pun hanya disebabkan pintu kereta, perlintasan rel. Memang sarana transportasi darat lain selain jalan raya adalah kereta listrik Jabodetabek yang sekarang disebut Commuterline. Sarana ini menjadi andalan bagi warga Depok yang bekerja, sekolah di Jakarta atau warga Jakarta yang hendak berkunjung ke Depok. Jalur lain adalah melalui jalan tol lewat jalan Juanda.

Continue reading

Mari ke timur

454f4756-215c-4b10-ba07-8a4e2c4b4196

Nil novi sub sole’, ‘Tak ada yang baru di bawah mata hari’. Demikian lah adagium tua yang kerap kita dengar apabila terkait dengan orisinalitas. Hal ini tampaknya berlaku hampir untuk semua hal. Tak terkecuali untuk satu sektor yang kerap tidak ditangani secara serius.  Sektor yang dimaksud ini adalah sektor turisme.

Continue reading

Fungsi Metodologi dan Teori dalam Ilmu Sejarah

sartonoDalam penelitian sejarah, metode dan metodologi merupakan dua perangkat penting. Sartono Kartodirdjo (1992) mengungkapkan perbedaan antara metode dan metodologi. Metode adalah bagaimana orang memperoleh pengetahuan (how to know), sedangkan metodologi  adalah ilmu tentang untuk tahu bagaimana harus mengetahui (to know how to know).

Continue reading

Turisme di Hindia-Belanda

VTV-office     VTV merupakan perhimpunan turisme pertama di Hindia-Belanda. Perhimpunan yang didirikan pada tahun 1908 ini menandai turisme modern sebagai industri di Hindia-Belanda yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Sebelum dibentuknya VTV para pengunjung yang datang belum terorganisasi, kebanyakan mereka masih sendiri-sendiri (individu) dan tidak bertujuan untuk khusus berwisata, melainkan karena tugas dari pemerintah.

Continue reading

Psychotourism: Di sini waktu seolah terasa berhenti

leiden-1Setelah pesawat tinggal landas dari Kuala Lumpur menuju Amsterdam, maka ritual berikutnya adalah menikmati film, musik, makanan atau tidur. Perjalanan selama kurang lebih empat belas jam dengan pesawat terasa melelahkan. Kondisi fisik yang memasuki kepala 4 memang tidak bisa ditipu.  Akhirnya pesawat mendarat di Schiphol, Amsterdam.

Continue reading

Menikmati Aijer Blanda dan Nangke Lande

terong belandaApalah arti sebuah nama, demikian ungkapan dari seorang pujangga Inggris William Shakespeare. Namun, ungkapan tersebut seolah tak berarti jika kita membicarakan masalah berikut. Misalnya kata ayam. Jika kita gabungkan dengan kata bakar di belakangnya tentu akan berbeda dengan kata goreng. Apalagi jika kata ayam digabungkan dengan kata kampung dan ‘kampus’. Kata tersebut akan memiliki makna denotatif dan konotatif.

Continue reading

Gadis Afrika Penyelamat Raja Swedia

the-girl-who-saved-54f7fc5158967‘Kotoranmu, rezekiku’.  Tulisan ini sempat saya baca di sebuah toilet umum di terminal ibu kota. Keberadaan toilet umum memang penting bagi mereka yang membutuhkan untuk membuang hajat mereka. Inilah latar awal dari buku The Girl Who Saved the King of Sweden karya Jonas Jonasson. Sebuah jamban umum di Soweto, kota kumuh di Afrika Selatan pada abad silam.

Continue reading

Turisme Hindia-Belanda Masa Pendudukan Jepang?

11301478_10206617209529320_1754153067_nKetika harus menulis historiografi yang berlatar masa pendudukan Jepang di Indonesia kita seringkali dihadapkan pada tersedianya sumber, khususnya arsip.  Hal ini pula yang dikemukakan oleh Professor Aiko Kurasawa dalam surat elektroniknya ketika menjawab pertanyaan saya. Oleh karena itu sumber berupa novel, catatan perjalanan, memoir dari mereka yang pernah ditugaskan di Indonesia menjadi begitu berharga, tulisnya.

Continue reading

Penerapan Konsep Tourist Area Lifecycle (R.W.Butler) dalam Sejarah Obyek Turisme di Hindia Belanda

45246901-2b61-46ae-811d-62912037d3faTerkait dengan sejarah obyek turisme di Hindia-Belanda, tulisan ini mengangkat konsep Tourist Area Lifecycle (TLC) dari R.W.Butler (1980).  Butler dalam artikelnya ‘The Concept of a Tourist Area Cycle of Evolution: Implication for Management of Resources’ (1980) menyebutkan bahwa area turis (obyek turisme) dinamis dan mereka dapat berkembang dan berubah dari waktu ke waktu.  Perkembangan dan perubahan ini tidak berlangsung dengan cepat. Butler menggunakan istilah evolusi alih-alih revolusi.

Continue reading

Konsep Turisme (Versi Awal)

trsmBeberapa waktu terakhir saya berkutat dengan konsep terkait penelitian saya. Berbagai literatur saya baca dan telusuri. Ditambah lagi komentar dan saran dari Prof. Noerhadi Magetsari (Pak Nanung) dalam seminar hasil penelitian bulan Desember 2014 silam. Alhasil ini semakin menggugah saya untuk mematangkan konsep sebelum disajikan dalam bentuk laporan.

Continue reading