Penggila Buku

oude boeken Apa yang akan terjadi jika seseorang begitu terobsesi pada buku-buku? Pada deretan huruf, kata, kalimat, paragraf tercetak di atas kertas, dilengkapi dengan ilustrasi dan bersampul.  Terkadang kita tidak dapat membacanya karena tulisan di atasnya begitu buram termakan usia atau tinta yang melekat sudah tak dapat lagi dibaca.

Continue reading “Penggila Buku”

Dua Ribu Tiga Belas

kal-teng

Akhir tahun, menjelang tahun yang baru, saat yang tepat untuk melihat kembali apa saja yang telah dilalui sepanjang tahun 2013 ini.  Sengaja saya melihat kembali tulisan saya di awal tahun 2013 dengan judul ‘Mengalir’.  ‘Mengalir’ yang tidak sekedar mengalir seperti air, mengalir jauh ke bawah tetapi jika perlu mengalir ke atas seperti aliran air dalam akuaduk, struktur saluran air pada masa Romawi.

Continue reading “Dua Ribu Tiga Belas”

Serabi

Dinginnya pagi memeluk tubuh. Mata masih enggan dibuka.  Aroma harum menggelitik penciuman. Hidungku kembang-kempis mencium aroma yang belum aku akrabi. Perutku tiba-tiba lapar. Aku menggeliat dan menengok. Kursi kemudi kosong.  Aku mengerjapkan mata. Dari arah jendela aku melihat bapak berjongkok di depan emperan toko yang masih tutup, menikmati sesuatu di hadapannya.  Bapak mengangkat daun pisang di hadapannya. Aku pun membuka pintu mobil, berjalan ke arahnya.

Continue reading “Serabi”

“Piye kabare mas bro? Penak zamanku to…”

Ini kali kedua saya pergi ke Jogja. Bukan kebetulan hotel tempat saya menginap pun sama. Hotel Saphir di Jl. Laksda Adi Sucipto yang pada akhir bulan Mei lalu menjadi tempat saya menginap, kembali saya sambangi. Jika pada kunjungan pertama merupakan tugas dari Kemendikbud, pada kunjungan kedua ini sehubungan dengan konferensi internasional yang diadakan fakultas.

Continue reading ““Piye kabare mas bro? Penak zamanku to…””

Tukang Intip Kaum Pergerakan Di Hindia-Belanda

Judul: Mematai-matai Kaum Pergerakan: Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934

Penulis: Allan Akbar

Pengantar: Harry A. Poeze

Penerbit: Marjin Kiri, Tangerang Selatan

Cetakan: I, 2013

Tebal: xx + 117 halaman

ISBN:  978-979-1260-20-6

Namanya Pangemanann, dengan dua n.  Tugasnya mengamat-amati Minke yang aktivitasnya ditengarai menjadi akar dari pemberontakan pribumi di Hindia-Belanda.  Pangemanann cukup lihai sebagai agen rahasia kolonial dari kalangan pribumi.  Ia merancang kerusuhan rasial yang mengadu-domba kaum pribumi dengan Tionghoa. Bermula dari kota Sukabumi, lalu menyambung ke kota-kota lainnya di Jawa.

Continue reading “Tukang Intip Kaum Pergerakan Di Hindia-Belanda”

Semarang…kaline banjir

Semarang, like Cheribon, is the capital of a residency of the same name as itself and lies at the mouth of a river also of the same name. There is nothing in its appearance from the sea to give one any idea that he is approaching a city of over 97,000 inhabitants and the third city of Java in commercial importance.” Demikian tulis Arthur S. Walcott dalam bukunya Java and Her Neighbours (1914).

Continue reading “Semarang…kaline banjir”

Mengalir

Awal 2013. Biasanya setiap awal tahun dimulai dengan resolusi yang akan dilakukan sepanjang tahun. Namun, awal tahun ini tidak banyak resolusi yang dibuat. Pertama, kondisi fisik yang masih belum memungkinkan alias masih perlu istirahat total. Virus yang menyerang di akhir tahun sepertinya masih betah hingga pertengahan Januari.

Dalam kondisi seperti itu, rasanya malas untuk melakukan berbagai hal (di luar aktivitas rutin seperti makan, minum, beribadah, istirahat). Aktivitas menulis serta membaca (kecuali Al Qur’an) yang biasanya dilakukan menjadi terasa berat. Satu hal yang sepertinya harus diubah. Waktu membaca yang pada tahun lalu nyaris tak ada (meskipun banyak buku-buku baru yang hanya jadi penghias rak), tahun ini harus digiatkan lagi. Tak ada lagi alasan. Tak ada lagi tawar-menawar.

Setelah tubuh kembali sehat, rasanya perlu memikirkan resolusi tahun ini. Kembali lagi resolusi untuk menulis terlontar dari pikiran. Sama halnya dengan aktivitas menulis yang tahun lalu ‘dipaksakan’ kembali menulis, aktivitas membaca dan mencari waktu yang ‘tepat’ (istilah orang yang sok sibuk seperti saya) sepertinya harus dipaksa.Hasilnya beberapa buku, koleksi saya dan istri saya yang belum sempat terjamah, saya baca halaman demi halaman hingga selesai. Awal tahun ini (hingga akhir Januari) dua setengah buku selesai. Tak ada target berapa buah buku yang harus saya baca tahun ini. Seperti kebiasaan dalam bekerja, saya tidak hanya fokus pada satu buku, tapi jika memungkinkan beberapa buku. Continue reading “Mengalir”

Vijf vragen aan…Achmad Sunjayadi

Vijf vragen van de redactie Internationale Vereniging voor Neerlandistiek (IVN) in 2012 aan de hoofd van Vakgroep Nederlands Universitas Indonesia

Vraag 1: Wat maakt dat er een afdeling Nederlands in Jakarta bestaat?

Volgens prof. Jan W. de Vries van de Universiteit Leiden ontving de Nederlandse Minister voor Ontwikkelingshulp in mei 1967 een brief van de rector van de Universitas Indonesia te Jakarta waarin verzocht werd om ondersteuning bij de oprichting van een studierichting Neerlandologie. Een dergelijke studierichting werd van groot belang geacht omdat kennis van het Nederlands bij de beoefening van verschillende wetenschapsgebieden een noodzaak was.

Vanaf 1968 was het Nederlandse Ministerie van Onderwijs en Wetenschappen bij de oprichting van de nieuwe opleiding betrokken. In 1970 werd aan de Faculteit der Letteren van de Universitas Indonesia de vakgroep Nederlandse taal-, en, letterkunde geopend. Deze begon met 37 studenten, 10 studenten Nederlands als tweede taal (voornamelijk docenten) en 34 bijvakstudenten. Hoofd van de nieuwe afdeling was prof.dr. Harsya Bachtiar, vakgroepssecretaris werd dra. Afiah Thamrin. Twee neerlandici uit Nederland werden aan de afdeling toegevoegd: drs. Jan W. de Vries en drs. Gerard Termorshuizen. Continue reading “Vijf vragen aan…Achmad Sunjayadi”