Andy Tielman: Perintis Rock n’ Roll Belanda

Awal tahun 2008 lalu saya dan rekan saya Indira Ismail diminta untuk memberikan kuliah pilihan Budaya Belanda dengan tema kuliah musik pop Belanda. Suatu tema yang menarik, menantang dan sekaligus membuat dahi berkerut. Musik pop Belanda? Apakah kami harus membahas Marco Borsato, Andre Hazes, De Dijk, De Kast, Acda en de Munnik, BlØf , Ali B atau K3?

Dengan latar belakang ilmu sejarah yang saya terima, saya memutuskan untuk mencari patokan tahun munculnya musik pop Belanda. Dengan kata lain saya berusaha mencari sejarah musik pop Belanda. Awal kemunculannya dan yang terpenting musisi yang mengawalinya.

Setelah membaca berbagai literatur, penelusuran saya sampai pada satu titik. The Tielman Brothers. Nama khas Belanda, pikir saya. Saya semakin bersemangat mencari tahu. Setelah saya telusuri lagi ternyata The Tielman Brothers berasal dari Indonesia. Tepatnya dari Surabaya..

Menurut Andy Tielman seperti yang diungkapkan langsung pada Ekky Imanjaya, pengamat budaya Indonesia dalam acara pasar malam di Belanda, ayah mereka berasal dari Kupang dan ibu dari Semarang. Jadi bukan dari Ambon seperti yang sering dikemukakan oleh media selama ini. Karir bermusik mereka berawal pada 1945. Empat kakak beradik laki-laki, Andy, Reggy, Ponthon, Loulou dan seorang adik perempuan Jane membentuk The Timor Rhythm Brothers. Mereka sering menampilkan lagu dan tari-tarian daerah.

Bakat musik mengalir deras di darah mereka karena sang ayah, Herman Tielman, seorang kapten tentara KNIL sering bermain musik dengan teman-temannya di rumah. Awalnya Ponthon tertarik untuk memainkan contrabass. Saudara-saudara yang lain, Reggy memegang banjo, Loulou bermain drum dan Andy memilih gitar.

Penampilan pertama mereka di acara pesta di rumah. Teman-teman ayah mereka kagum karena anak-anak ini mampu membawakan lagu-lagu sulit untuk ukuran mereka. Lagu-lagu seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag dibawakan mulus. Mulai saat itu mereka tampil di berbagai acara di Surabaya. Tawaran dari luar Surabaya juga mulai berdatangan. Terkadang sang ayah ikut memainkan gitar. Ketika Indonesia merdeka, mereka pun sempat tampil di istana negara di hadapan Presiden Soekarno.

Tahun 50-an dunia dilanda demam rock n’ roll. Tahun 1951, Andy yang kelahiran Makassar 30 Mei 1936 ‘berkenalan’ dengan Guitar Boogie nya Arthur Smith. Dalam salah satu wawancara Andy mengatakan itu merupakan lagu pertama yang diubah dia dan saudara-saudaranya dalam komposisi rock n’ roll dengan menambahkan unsur drum. “Saya sangat rindu dengan saudara-saudara saya. Jika sedang berada di panggung saya selalu merasa mereka masih mendampingi saya,” tutur Andy.  Oleh karena itu Andy selalu membuka konsernya dengan memainkan lagu ini sebagai penghormatan bagi The Tielman Brothers. “Saya akan terus memainkan lagu ini hingga menutup mata,” sambungnya. Satu-satunya saudara Andy yang masih hidup adalah Reggie Tielman.

Selanjutnya mereka mulai membawakan lagu-lagu dari  Les Paul, Elvis Presley, Little Richard, Bill Haley, Fats Domino, Chuck Berry dan Gene Vincent. Bahkan Andy sempat bermain dengan Dolf de Vries dalam band The Starlight di Jakarta. Ia juga pernah bermain di Sumatra dengan band Hawaiian nya Freddy Wehner tanpa bersama saudara-saudaranya yang lain.

The Timor Rhythm Brothers sebenarnya mendapatkan tawaran untuk mengadakan pertunjukan keliling Indonesia tetapi dengan syarat mereka mengubah status kewarganegaraan mereka dari Belanda menjadi Indonesia. Ini sehubungan dengan kebijakan politik Soekarno dalam menasionalisasi semua ‘aset’ Belanda. Namun, menurut sang ayah, karir mereka akan cerah jika di Belanda. Tahun 1957 akhirnya mereka hijrah ke Belanda. Setahun sebelumnya Ponthon sudah berangkat ke Belanda dan tinggal di Bussum dengan istrinya.

Keluarga Tielman disambut dengan cuaca dingin Belanda di Breda. Mereka datang dengan hanya membawa kopor kecil berisikan baju-baju dari negeri tropis. Tak ada baju hangat untuk menghadapi musim dingin.
Mereka pun harus beradaptasi. Tidak lama, kelompok musik bersaudara ini menuai sukses karir musik mereka. Berbekal gitar besar Millers dan Wilson dari perusahaan gitar Egmond asal Eindhoven, mereka tampil pertama kali di Hotel de Schuur, Breda. Awalnya mereka masih menggunakan nama The Timor Rhythm Brother tetapi berikutnya mereka tampil dengan nama  The Four Tielman Brothers atau The 4T’s. Mereka pun meraih sukses di Breda.

Sesuatu yang terduga muncul ketika mereka diberi kesempatan untuk tampil dalam Wereldtentoonstelling (Expo dunia) di Brussel tahun 1958. “Kami sangat terkejut!” komentar Andy. “Oleh karena itu kami berlatih keras dan memikirkan cara menarik perhatian penonton. Kami tidak hanya sekedar memainkan rock n’ roll tapi berupaya mempertunjukkan rock n’ roll. Memainkan gitar dengan stik drum, kaki, gigi dan dibelakang kepala, melempar gitar, bergulingan sambil memainkan rock n’ roll. Pokoknya gila-gilaan!” tutur Andy yang dikutip Louis Peter Grijp dalam Een Muziek Geschiedenis der Nederlanden (2001). Semuanya jauh mendahului pertunjukan legenda gitar Jimi Hendrix, Jimmy Page (Led Zeppelin) , Ritchie Blackmore (Deep Purple) bahkan grup The Who.

Atraksi akrobat gitar Andy Tielman yang jauh mendahului jamannya ini sempat membuat George Harrison, gitaris The Beatles kesengsem dan menjadikannya idola. Konon, George di akhir ‘60-an melalui majalah  Rolling Stone menjuluki Andy Tielman sebagai “Andy, the Indo-Man” setelah terkesima menyaksikan Andy memainkan komposisi instrumental “Java Guitars” di Top To Club. Kebetulan The Beatles juga mengawali karir mereka sama halnya dengan The Tielman Brothers yaitu manggung dari klub satu ke klub lainnya di seputaran Hamburg, Jerman.

Meskipun The Tielman Brothers dan The Beatles tak pernah sepanggung, pengaruh The Tielman Brothers tak bisa dianggap enteng. George Lipsitz dalam bukunya Dangerous Crossroads (1998) menegaskan: “penampilan rock & roll dan aksi akrobat The Tielman Brothers mendapat perhatian besar. Mereka memainkan gitar dan bass dengan kaki dan gigi. Bahkan terkadang memainkannya di belakang kepala. Aksi ini menuai popularitas di Eropa hingga akhirnya mereka memiliki massa penggemar fanatik sendiri di Hamburg, Jerman. Suatu tempat di mana mereka mungkin membawa pengaruh penting pula bagi awal karir The Beatles!”


Andy bersama The Tielman Brothers terus menuai sukses. Band ini sempat berganti nama menjadi The Tielman Band pada 1964 mengingat ada perubahan personil yang bukan dari keluarga Tielman. Hans Bax dan Robby Latupeirisa, pecahan dari The Javalins, masuk dalam formasi band. Sebelumnya Frank Luyten dan Alvons Faverey memperkuat band ini hingga akhirnya keduanya masuk wajib militer. Apalagi setelah Andy dan Reggy mengalami kecelakaan mobil pada 1963. Masuknya personil di luar keluarga Tielman sangat membantu berlangsungnya band ini. Pada 1964  Ponthon memutuskan keluar dari band. Ia sempat membentuk The Tielman Royal lalu pindah ke Indonesia hingga akhir hayatnya tahun 2000. Setelah mengalami pergantian personil mereka muncul dengan nama Andy Tielman and his Indonesians (1969-1971). Terakhir muncul dengan nama Andy Tielman & The Tielman Brothers.

Lagu-lagu hits baik yang instrumental maupun dengan lirik dihasilkan band ini. Antara lain dari periode 50-an: Rock Little Baby of Mine, 60-an: You’re Still the One, 18th Century Rock (yang mengaransemen ulang musik klasik dari Piano Sonata Mozart dalam C Mayor, K.545 dengan raungan dua lead gitar),  Java Guitar, Black Eyes (cikal bakalnya Indo Rock) dan  Marabunta (instrumentalia). Ada pula yang berlirik Indonesia seperti Ole Sio , Kekasihku, Patah Tjingke, Ketjil Ketjil dan Dewi ku.

Sebenarnya tidak hanya aksi panggung The Tielman Brothers yang menjadi acuan para musisi sesudahnya. Andy Tielman pun berperan dalam perkembangan gitar listrik dunia. Menurut Cees Baker, peneliti Belanda Andy Tielman memodifikasi senar gitar Olympic White Jazzmaster-nya. Ia memasang empat senar banjo tambahan di gitarnya. Dengan sepuluh senar, sound yang dihasilkan sangat luar biasa. Semua orang yang menyaksikan dibuatnya penasaran. Pada saat tampil di panggung, ia sempat menutupi kepala gitarnya dengan handuk. Hal itu tak berlangsung lama. Penemuan Andy diikuti oleh band-band lainnya. Khususnya band-band di Jerman.

Publik Belanda kerap menjuluki Andy Tielman sebagai “The Godfather of Dutch Rock & Roll”.  Sementara bagi para penggemar Indo Rock ia disebut sebagai “The Uncrowned King of Indorock.” Pada 11 Juni 2005, Andy Tielman menerima penghargaan bergengsi Orde van Oranje Nassau dari pemerintah Kerajaan Belanda atas jasa-jasanya dalam perkembangan musik pop Belanda. Saat ini perintis Indo Rock dan Rock n’ Roll Belanda tinggal dengan keluarganya di sebuah kota kecil di Jerman. Menurut situs resminya, www.andytielman.nl kini ia sedang sibuk menyusun biografinya.

photo’s taken from:

1. The Tielman Brothers at dancing Westhof, Heidelberg 1960 http://indorock.pmouse.nl/tielmanbrothers1.htm

2. Andy Tielman

www.purpleguitars.com

3 thoughts on “Andy Tielman: Perintis Rock n’ Roll Belanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *