Semarang…kaline banjir

Semarang, like Cheribon, is the capital of a residency of the same name as itself and lies at the mouth of a river also of the same name. There is nothing in its appearance from the sea to give one any idea that he is approaching a city of over 97,000 inhabitants and the third city of Java in commercial importance.” Demikian tulis Arthur S. Walcott dalam bukunya Java and Her Neighbours (1914).

Read more…

Sejarah Naratif

Eksplanasi naratif merupakan cabang dari metodologi hermeneutika yang berkembang pada abad 20. Narativisme atau eksplanasi naratif dikembangkan oleh Ankersmit  yang mengikuti pendapat Johann Gustav Droysen (1808-1886) bahwa kisah memiliki kemampuan merangkaikan peristiwa-peristiwa dalam suatu bentuk utuh atau holistik (Leirissa 2002:16).

Dilihat dari sejarahnya narativisme merupakan bentuk awal dari sejarah kritis yang dirintis pada akhir abad ke-19. Salah satu tokoh narativisme yang terkenal adalah Leopold Von Ranke. Ranke menganjurkan supaya sejarawan menulis apa yang sebenarnya terjadi, wie est eigentlich gewesen (Kuntowijoyo 2001:58) Oleh karena itu narativisme menitikberatkan pada peristiwa, khususnya peristiwa politik.

Melalui pendekatan ini sejarawan diharapkan dapat menggambarkan keadaan yang mendekati kebenaran dari peristiwa masa lalu dengan cara menjelaskan fakta-fakta yang terdapat dalam sumber sejarah.

Kisah atau naratif bertitik tolak dari gagasan yang dipilih oleh sejarawan bersangkutan yang dijadikan acuan untuk membuat seleksi atas fakta-fakta dalam sumber sejarah. Dengan kata lain bukanlah masa lampau tersebut yang menjadi patokan melainkan gagasan dari sejarawan, misalnya mengenai peristiwa-peristiwa seperti perang, renaissance (Leirissa 2002:16)

Namun, ada beberapa kelemahan eksplanasi naratif ini. Read more…

Kisah Ayam

Almarhum pakde saya adalah seorang pecinta hewan. Salah satunya ayam jago yang pada pagi hari suaranya mampu membangunkan saya dari mimpi indah. Ayam jago yang berjenis bangkok itu mendapat perlakuan istimewa. Mulai dari kandang yang selalu diperhatikan kebersihannya, makanan, vitamin  yang selalu dijaga hingga belaian penuh kasih dan mungkin rasa sayang.

Setiap minggu ayam bangkok itu dimandikan. Tentunya bukan seperti memandikan motor Honda tunggangannya, ke tempat dia bekerja setiap hari di sebuah pabrik di bilangan utara Jakarta. Ayam itu disiraminya dengan air dari tangan sambil diusap secara perlahan.

Lain dengan Almarhum ayah. Suatu ketika beliau membawa ayam jago hitam legam yang dikenal dengan ayam Cemani.  Sekujur tubuhnya, mulai dari bulu, jengger, kaki, hingga daging dan tulangnya berwarna hitam. Konon ayam ini berharga mahal (hingga puluhan juta) dan kerap dipakai untuk ritual tertentu. Mungkin almarhum ayah saya mengetahui betapa mahalnya jenis ayam itu sehingga berniat memeliharanya. Lain waktu beliau membawa ayam yang berbulu keriting, jantan dan betina. Ibu saya menyebutnya ayam bulu walik. Beberapa teman adik saya yang berkunjung ke rumah sering tertawa dan berseloroh ayam keriting itu cocok dipelihara keluarga kami lantaran kami semua nyaris berambut keriting. Read more…

Go to top