Resep Masakan dari Masa Lalu

Indonesia kaya akan beragam masakan. Sayangnya tidak semua resep masakan tersebut tercatat.  Beragam resep masakan tersebut, seperti halnya budaya yang berkembang di Indonesia, diturunkan secara lisan secara turun menurun. Catatan resep dicatat dalam ingatan. Alhasil jika tidak ada lagi yang meneruskan, masakan tersebut hanya akan menjadi kenangan.

Buku resep masakan tertua di Hindia-Belanda diperkirakan adalah Kokkie Bitja ataw Kitab Masak Masakan India njang terseboet bagimana orang orang sediakan segala roepa roepa makanan, maniesan, atjaran dan sambalan . Buku ini ditulis oleh Nona Cornelia dan dalam katalog KITLV Leiden tercatat pada 1845 sudah memasuki cetakan ketiga. Penerbitnya adalah Lange & Co Batavia.

Menurut Ed Vos dalam artikelnya “Kokkie Bitja. Bitja de keukenmeid. Voorberichten in het Nederlands” (2005) buku Kokkie Bitja, meskipun kata pengantarnya ditulis dalam bahasa Belanda, resep-resepnya ditulis dalam bahasa Melayu. Apakah dengan demikian buku resep ini ditujukan bagi para juru masak pribumi yang pada masa itu dikenal dengan sebutan kokkie atau untuk kalangan Indo yang menguasai bahasa Melayu? Hal menarik lainnya adalah ucapan terima kasih dalam buku Kokkie Bitja yang menggunakan sejumlah nama-nama khayalan seperti Mevrouw SARONDENG, Mejuffrouw SESATé, Njonja SMOOR. Nama-nama itu mengingatkan kita pada jenis masakan yang ada di Hindia-Belanda. Continue reading “Resep Masakan dari Masa Lalu”

From the Domestic Service to the Public Sphere: the Role of Native Servants in the Colonial Tourism Accomodation in the Dutch East Indies

One important aspect of colonial tourism in the Dutch East-Indies is accommodation. These can be hotel, losmen (inn), and pasanggrahan (guest house/bungalow). In its history, the development of the accommodation in the Dutch East-Indies can be traced until the seventeen century in the VOC era. Continue reading “From the Domestic Service to the Public Sphere: the Role of Native Servants in the Colonial Tourism Accomodation in the Dutch East Indies”

Ganyang Preman atau Kemiskinan?

Awal tahun 2012, kita dihebohkan (lagi) dengan aksi premanisme. Meskipun sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang baru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri meminta aparat keamanan lebih aktif mengantisipasi terjadinya kekerasan.  Seperti yang disampaikan beliau pada 24 Februari 2012 silam:  “…. Laksanakan antisipasi dengan benar, tangani secara profesional, dan selesaikan itu dengan tuntas.” (Kompas, 25/2/2012)

Sehubungan dengan permintaan presiden tersebut, mengingatkan saya pada apa yang terjadi tiga tahun silam. Saya sempat mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan tiga tahun silam, dengan judul “Ganyang Preman atau Kemiskinan?”. Selamat menikmati.

Continue reading “Ganyang Preman atau Kemiskinan?”

‘Belanda Hitam’ di Hindia-Belanda

Judul   :  Serdadu Afrika di Hindia-Belanda 1831-1945
Judul asli :  Zwarte Hollanders: Afrikaanse Soldaten in Nederlands-Indië
Penulis   :  Ineke van Kessel
Penerjemah :  S.Hertini Adiwoso
Penerbit :  Komunitas Bambu- NLVPF- IAK, Mei 2011
Tebal   :  xiv + 306 halaman
ISBN : 978-979-373-198-8

Apa yang muncul di benak Anda jika mendengar tentang orang Afrika di Indonesia? Mungkin Anda akan menyebut para kriminal, penjual-penyelundup narkoba atau pemain sepakbola, anggota legiun asing asal Afrika yang membela kesebelasan profesional di sini. Continue reading “‘Belanda Hitam’ di Hindia-Belanda”

Potret Depok Tempo Doeloe

Judul: Depok Tempo Doeloe, Potret Kehidupan Sosial & Budaya Masyarakat

Penulis: Yano Jonathans

Penerbit: Libri, Jakarta 2011

Halaman:  xviii + 274 hal

ISBN: 978-979-687-941-0

Apabila kita membicarakan Depok akan muncul berbagai hal yang berhubungan dengannya. Mulai dari jalur kereta Jabotabek atau Commuter, kampus Universitas Indonesia yang hijau, jalan Margonda yang selalu macet pada saat jam kerja dan pulang kerja dengan aneka kuliner di sepanjang jalan tersebut, hingga satu komunitas yang dikenal dengan ‘Belanda Depok’.

Continue reading “Potret Depok Tempo Doeloe”

Menulis, melawan lupa

Menulis adalah kegiatan manusia sejak mereka pertama kali menemukan tulisan. Sebuah cerita dari 23 abad yang lalu. Di samping tembok Athena, di bawah rindangnya pohon di tepi sungai, Socrates bercerita pada seorang anak muda, Phaedrus. Alkisah, Dewa Thoth dari Mesir mengunjungi Raja Mesir. Thoth menawarkan Raja Mesir beberapa penemuan untuk diberikan pada rakyat Mesir. Temuan itu adalah angka, dadu, geometri, astronomi, dan tulisan.

Continue reading “Menulis, melawan lupa”

Modern Tourist Fly: The colonial tourism advertisement in the Dutch East Indies

The Dutch East Indies had become the area that was regarded as not appropriate to visit. The reason was not many places that could be seen and interesting. Stories about the plague of the illness, famine, the eruption of the volcano, the war between the ethnic group, the inhabitants’s original violence in the form of black magic and amok increased this reticence.

Continue reading “Modern Tourist Fly: The colonial tourism advertisement in the Dutch East Indies”

Kosakata Belanda dalam teks bahasa Indonesia Zaman Jepang di Hindia-Belanda

Abstrak

Pada masa pendudukan Jepang di Hindia-Belanda dikeluarkan larangan menggunakan bahasa Belanda serta upaya penghapusan bahasa tersebut.  Pelarangan itu  ternyata tidak saja berpengaruh bagi orang Belanda maupun Indo-Belanda yang menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa ibu. Larangan tersebut juga berpengaruh terhadap sekelompok kecil masyarakat lain yaitu elite pribumi dan Tionghoa. Sebelumnya mereka menggunakan bahasa Belanda dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan bahasa Belanda sebagai bahasa ibu kedua yang mereka peroleh dari pendidikan.

Sebagai ganti bahasa Belanda, pihak penguasa Jepang menggunakan bahasa Melayu/Indonesia di samping bahasa Jepang sebagai bahasa resmi di Hindia-Belanda. Semua istilah, kosakata bahasa Belanda harus diterjemahkan dalam bahasa Melayu/Indonesia. Dalam praktiknya tidak semua kosa kata bahasa Belanda diterjemahkan dalam bahasa Melayu/Indonesia. Ternyata ada beberapa kosakata Belanda yang tidak diterjemahkan dalam bahasa Melayu/Indonesia.

Dalam makalah ini akan ditelusuri kosakata Belanda yang digunakan dalam teks-teks bahasa Indonesia Zaman Jepang dan bagaimana bentuk kosakata Belanda yang diterjemahkan. Sebagai sumber digunakan seperti surat resmi, kartu pengenal, kartu pos pribadi pada jaman Jepang.

Kata kunci: Kosakata Belanda, teks bahasa Indonesia, Zaman Jepang

Bunuh Diri Gara-Gara Ikan

Henry IV dikenal sebagai raja yang membawa kemakmuran bagi seluruh Prancis. Alasannya adalah karena dia, setiap orang Prancis dapat makan daging ayam. Henry IV dikenal juga memiliki hobi masak. Cucunya, Louis XIV justru dikenal hobi makan dan nafsu makannya luar biasa. Koki dan asisten kokinya di dapur istana Versailles berjumlah lima puluh. Setiap hari mereka bekerja keras memasak, menciptakan bermacam-macam makanan serta menghiasinya. Seperti biasa makanan-makanan tersebut sebelum disantap dipamerkan terlebih dahulu di meja makan.

Continue reading “Bunuh Diri Gara-Gara Ikan”