Para Petani Cukup Makan Tanah

Pada tulisan sebelumnya “Dilarang menggunakan parfum ketika makan”,  diulas mengenai kehadiran wanita di meja makan. Kehadiran wanita di meja makan pada periode Karel Martel di Prancis membawa perubahan besar. Khususnya pada etiket makan yang semakin ketat. Tidaklah sopan jika orang yang makan menyeka ingusnya dengan taplak meja atau menggosok telapak tangan penuh minyak pada anjing. Lantas bagaimana? Dengan serbetkah?

Continue reading “Para Petani Cukup Makan Tanah”

Dilarang menggunakan parfum ketika makan

Jika Anda penggemar komik Asterix pasti tahu kebiasaan makan-makan para tokohnya, terutama tokoh Obelix yang doyan makan. Kisah yang menggambarkan orang Gaul (Ghalia) – proto Prancis penentang Romawi itu menampilkan hidangan babi hutan panggang dan bir. Apakah memang benar demikian?

Continue reading “Dilarang menggunakan parfum ketika makan”

Nyai, Nenek Moyang Kaum Indo

Judul             :  De njai, Het concubinaat in Nederland-Indië
Penulis         :  Reggie Baay
Penerbit      :  Athenaeur-Polak & Van Gennep
Tebal             :  302 hlm

Apa hubungan antara Nyai dan Kaum Indo?  Dalam salah satu kesempatan Professor Pamela Pattynama, guru besar luar biasa Universiteit van Amsterdam mengutip kalimat dari penulis buku ini, Reggie Baay. ”Nyai adalah nenek moyang kaum Indo Eropa.” Kalimat ini sebenarnya berasal dari Rob van Nieuwenhuys.

Apabila kita menyebutkan kata  ’nyai’ pada masa kolonial, kemungkinan reaksi orang akan beragam. Ada yang tersenyum kecut, memasang wajah sinis atau meremehkan dan mungkin saja mengangkat bahu. Enggan membicarakannya lebih lanjut. Nyai pada masa kolonial kerap disandingkan dengan urusan dapur dan kasur yang berfungsi sebagai ’teman’ bagi para pria Eropa kesepian di tanah surga.
Continue reading “Nyai, Nenek Moyang Kaum Indo”

Sekilas sejarah Program Studi Belanda FIB Universitas Indonesia

Enam tahun sudah saya berada di Program Studi Belanda FIB (FS) UI.  Sebelumnya saya sempat ‘mengembara’, ‘berguru’ pengalaman di lain pulau.  Saatnya kembali ke barak (pinjam istilah militer). Mungkin tidak banyak yang tahu jika Program Studi Belanda yang ada di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, sudah berusia 40 tahun. Berikut sekilas sejarah Program Studi Belanda FIB UI.

Continue reading “Sekilas sejarah Program Studi Belanda FIB Universitas Indonesia”

Singkong dan Keju

Mungkin belum banyak orang yang tahu jika singkong atau cassava adalah tanaman impor di Indonesia.  Tanaman ini adalah pohon tahunan tropika dan subtropika. Kita mengkonsumsi umbinya yang menghasilkan karbohidrat. Daunnya pun kerap kita konsumsi, baik sebagai lalap atau dijadikan sayur. Tanaman ini sebenarnya berasal dari benua Amerika. Tepatnya di Amerika Selatan yang kemudian dikembangkan di Brazil dan Paraguay pada masa pra-sejarah.
Continue reading “Singkong dan Keju”

Immortalised aesthetics: photography in the promotion of colonial tourism in the Dutch East Indies

If we heard about the record of history, we always refer to the writing. The photographs are just for the illustration, not as primary sources. Perhaps, it could be right because the photographs that are taken, for special purpose. Meanwhile photographs and tourism have a relation. As a promotion medium, photographs (in postcard, illustration of guide book) can attract many tourists.

Continue reading “Immortalised aesthetics: photography in the promotion of colonial tourism in the Dutch East Indies”

Jangan sekedar bangga pada masa lalu

Artikel Prof. Satjipto Rahardjo (Kompas, 18/4/09) seolah ‘menyentil’ kita, khususnya mengenai masa lalu hubungan Indonesia-Belanda.  Semua itu memang telah menjadi catatan sejarah, tumpukan arsip dan kajian ilmiah yang justru membutuhkan kerelaan hati untuk mengubahnya menjadi sebuah aksi. Bukan sekedar catatan belaka Continue reading “Jangan sekedar bangga pada masa lalu”

‘Botol Tjebok’

Salah satu kebutuhan biologis manusia yang tidak kalah pentingnya selain makan adalah buang air, baik buang air besar maupun kecil. Tentu saja, orang boleh makan atau minum sebanyak-banyaknya tapi apakah makanan yang dikonsumsinya terus disimpan dalam tubuhnya? Pastilah makanan dan minuman itu setelah diurai dan digunakan oleh tubuh akan dibuang dalam bentuk sisa-sisa kotoran. Continue reading “‘Botol Tjebok’”

Cikal Bakal Fakultas Sastra Universitas Indonesia

Seberapa tua kah perguruan tinggi di Asia, khususnya fakultas sastra di Asia Tenggara?  Seberapa tua juga kah fakultas sastra di perguruan tinggi di Indonesia?  Kees Groeneboer dalam artikelnya “Jurusan Bahasa dan Sastra Belanda 1949-1952 yang mengutip M. van Geuns (1917) mengungkapkan pendidikan tinggi dan universitas di Hindia-Belanda memang lebih lambat berdiri. Di Filipina, mereka mengacu pada Universidad de Santo Tomas yang didirikan pada 1611. Namun, Fakultas Sastra dan Filsafat di Filipina memang baru dibuka secara terpisah pada 1920-an. Sementara di India, fakultas-fakultas sastra telah lama ada sejak 1860-an, antara lain di Universitas Kalkuta, Bombay, dan Madras (Groeneboer 1996:13). Continue reading “Cikal Bakal Fakultas Sastra Universitas Indonesia”

Takalar = Tak Kelar?

Beberapa waktu lalu di wilayah Takalar terjadi penembakan terhadap empat warga terkait sengketa lahan tanah antara warga dan PT Perkebunan Nusantara (PN) XIV. Dalam hal ini PTPN dituduh mengambil lahan warga untuk perkebunan tebu mereka. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pun akhirnya ikut menengahi kasus sengketa lahan ini. Beliau berjanji dalam tiga bulan sudah ada kejelasan dan solusi mengenai sengketa tanah ini (Kompas 12/10/2008).

Peristiwa di Takalar ini membangkitkan kenangan saya sewaktu tugas di Makassar beberapa tahun silam. Ada satu hal yang saya rasakan kurang ketika pertama kali menginjakkan kaki di bumi Sulawesi ini yaitu kereta api. Padahal di Jawa kita bisa melihat atau menggunakan kereta sebagai alat transportasi selain bis atau mobil bila kita hendak bepergian ke tempat-tempat lain. Selain itu menurut sebuah majalah berbahasa Belanda (saya lupa judulnya), zee en rail (laut dan rel) merupakan satu kesatuan. Laut dan rel itulah memegang peranan penting dalam perdagangan. Kita tahu bahwa pelabuhan Makassar merupakan pelabuhan besar di Indonesia Timur. Dan untuk menyalurkan barang-barang ke tempat-tempat lain di Sulawesi memerlukan kereta api. Namun sepertinya ini tak berlaku di Sulawesi. Continue reading “Takalar = Tak Kelar?”