Meletusnya Gunung Agung di Bali akhir November 2017 silam membuat dunia kepariwisataan di wilayah tersebut mengalami gangguan. Banyak turis yang membatalkan liburan ke pulau tersebut. Namun, ada juga para turis yang nekad bertahan tinggal di Bali. Mereka malah mengabadikan momen langka yang mungkin hanya sekali seumur hidup. Fenomena para turis ‘menantang maut’ dengan menikmati objek wisata yang dalam kondisi tidak normal ini bukan lah fenomena baru. Bila kita menelusuri catatan masa silam, kita menemukan fenomena yang sama. Continue reading “Wisata Menantang Maut”
Category: Artikel
MAKNYUSS!
KISAH PARA PEREMPUAN BELANDA PENDUKUNG REPUBLIK
Judul: Tanah Air Baru, Indonesia
Judul asli: Enkele Reis Indonesië. Vier Amsterdamse vrouwen in hun nieuwe vaderland
Penulis: Hilde Janssen
Penerjemah: Meggy Soedjatmiko
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan: I, 2016
Tebal: 360 halaman
ISBN: 978-602-03-3541-4
Harga: Rp. 89.000
Berawal dari sehelai foto yang dibeli Hilde Janssen pada pameran peringatan 65 tahun Republik Indonesia tahun 2010 di Jakarta. Dalam foto itu memuat gambar dua perempuan kulit putih berambut pirang yang sedang menjulurkan badan di atas kereta api. Di bagian bawah foto terdapat keterangan bertuliskan: ‘Wanita-wanita Belanda dalam perjalanan menuju Republik, 1947’.
Beragam pertanyaan muncul di benak Hilde Janssen dan mungkin kita ketika melihat foto tersebut. Mengapa mereka menuju wilayah Republik? Siapa sebenarnya kedua perempuan Belanda itu? Apa yang mereka lakukan di wilayah Republik ketika orang-orang Belanda justru meninggalkan wilayah Republik? Bagaimana nasib mereka selanjutnya? Continue reading “KISAH PARA PEREMPUAN BELANDA PENDUKUNG REPUBLIK”
PETUALANGAN DI TANAH ‘PARA PEMBURU KEPALA’
Judul: Tanah Para Pendekar: Petualangan Elio Modigliani di Nias Selatan Tahun 1886
Judul asli: Fra i tagliatore di teste. Elio Modigliani: un fiorentino all’ esplorazione di Nias Salatan-1886
Penulis: Vanni Puccioni
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan: I, 2016
Tebal: 360 halaman
ISBN: 978-602-03-3164-5
Harga: Rp. 110.000
“Kebiasaan memburu manusia untuk dipenggal kepalanya sebagai piala merupakan karakteristik penting di Nias Selatan. Hal ini berbeda dengan kebiasaan penduduk di Nias Utara.” Demikian catatan Elio Modigliani (1860-1932), petualang asal Italia ketika menjelajah Nias selatan pada 1886. Daerah ‘liar’ yang merupakan daerah kekuasaan suku para pemburu kepala manusia dan tak pernah berhasil ditaklukkan pemerintah kolonial Belanda. Modigliani kembali dengan selamat ke Italia dan menuangkan pengalamannya dalam buku Viaggio a Nias (Perjalanan ke Nias) yang terbit tahun 1890. Suatu karya etnografis yang sarat informasi tentang budaya Nias.
Continue reading “PETUALANGAN DI TANAH ‘PARA PEMBURU KEPALA’”
Disertasi yang baik adalah disertasi yang selesai
Bagaimana rasanya setelah promosi dan jadi doktor?’, tanya salah seorang rekan. ‘Pasti sekarang sudah bisa tidur nyenyak.’. ‘Wah, sekarang jalannya sudah tegak.’ ‘Wajahnya sumringah.’ Berbagai komentar tersebut saya dengar dan terima dengan senyuman.
Continue reading “Disertasi yang baik adalah disertasi yang selesai”
Catatan Turistik Seorang Pangeran Jawa
Judul: De Grote Reis van Prins Soeparto Java-Nederland 14 Juni -17 Juli 1913
Penulis: Raden Mas Haryo Soerjosoeparto
Pengantar: Madelon Djajadingrat
Ilustrasi : Hoesein W. Djajadiningrat
Penerbit: AD.Donker-Rotterdam
Cetakan: I, 2014
Tebal: 166 halaman
ISBN: 978-90-6100-686-2
Pada masa kolonial banyak catatan perjalanan atau yang mengarah pada catatan turistik yang ditulis oleh orang asing, khususnya orang Belanda. Namun, tidak banyak catatan perjalanan yang ditulis oleh orang Hindia. Dari catatan perjalanan yang sedikit itu, catatan perjalanan Pangeran Soeparto ini perlu mendapatkan catatan tersendiri.
Begpacker dan Backpacker
Beberapa waktu lalu muncul foto dua orang kulit putih alias bule sedang mengemis di Singapura. Persoalannya adalah mereka mengemis dan mengamen. Tujuannya bukan untuk makan, melainkan untuk liburan. Sebagai contoh dalam salah satu foto tampak seorang bule di Hongkong memegang papan bertuliskan huruf kapital: I AM TRAVELING AROUND ASIA WITHOUT MONEY. PLEASE SUPPORT MY TRIP. Kemungkinan yang muncul di benak kita adalah: “lho, mau jalan-jalan kok nggak bermodal?”
Menguak Sisi Kontroversial Raffles
Judul: Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa
Penulis: Tim Hannigan
Penerjemah: Bima Budiarto
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Tahun terbit: 2015
Tebal: xv + 419 halaman
ISBN: 978-979-91-0956-9
No panggil: 959.820.223.HAN
‘Rumput di halaman tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri’. Demikian peribahasa yang kita kenal, jika kita membandingkan kondisi kita yang kurang beruntung dengan keberuntungan orang lain. Kerap kali kita, orang Indonesia membandingkan dan membayangkan betapa beruntungnya jika kita dijajah Inggris daripada dijajah Belanda. Dalam catatan sejarah, kita (tepatnya Jawa) memang pernah berada di bawah kekuasaan Inggris periode 1811-1816. Satu nama yang berkaitan dengan kekuasaan Inggris di Jawa: Raffles. Continue reading “Menguak Sisi Kontroversial Raffles”
Mencari Sejarah Pariwisata Budaya di Bali
Sebuah undangan simposium saya terima. Acaranya tanggal 28 Januari 2017 di Balairung Susilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar RI. Awalnya ada beberapa hal yang membuat saya enggan untuk menghadirinya. Pertama, acara itu berlangsung pada hari Sabtu kedua bertepatan dengan hari libur Imlek, dan ketiga guyuran hujan dari pagi hingga sore membuat saya enggan untuk keluar rumah. Namun, judul simposium itu membuat saya penasaran dan bersemangat untuk menghadirinya. Apalagi saya sempat berfikir tema tersebut berhubungan dengan penelitian disertasi saya.
Continue reading “Mencari Sejarah Pariwisata Budaya di Bali”
Memoar Seorang Sarjana Ngawur
Judul : Hidup di Luar Tempurung
Judul asli : A Life Beyond Boundaries
Penulis : Benedict Anderson
Penerjemah : Ronny Agustinus
Penerbit : Marjin Kiri, Tangerang Selatan
Cetakan : I, 2016
Tebal : x + 205 halaman
ISBN : 978-979-1260-59-6
Adakah di antara kita mengetahui siapa yang pertama kali memperkenalkan istilah ‘bule’ di Indonesia? Istilah yang menggantikan kata londo (Belanda) dan mengacu untuk orang asing berkulit putih. Bagi yang belum mengetahui, istilah tersebut diperkenalkan oleh Benedict R.O’G. Anderson yang akrab dipanggil Om Ben pada tahun 1960-an ketika ia melakukan penelitian pertama kali di Indonesia.



