Kenal Dahulu, Sayang Kemudian: Catatan tentang Perpustakaan Nasional

“Kenal, Pak Ong?,” tanya seorang ibu pustakawan di Perpustakaan Nasional Jakarta ketika saya memperkenalkan diri pada awal tahun 2000-an. Saya yakin yang dimaksud adalah sejarawan terkenal Ong Hok Ham. Belum sempat saya menjawab pertanyaan itu, saya dikejutkan dengan pustakawan lain yang mendorong troli dengan beberapa tumpukan bundel surat kabar sambil berkata: “Ini, Mas. Bundel surat kabarnya.” Saya terkejut. Pesanan saya adalah koleksi surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad tahun 1908. “Ini belum semua, Mas,” kata pustakawan itu seperti ‘mengerti’ keterkejutan saya. Seharusnya saya ketika itu memesan secara spesifik tanggal dan bulannya sehingga tidak semua edisi dikeluarkan.
Continue reading “Kenal Dahulu, Sayang Kemudian: Catatan tentang Perpustakaan Nasional”

Mari Kita Bergembira?

Setengah tahun sudah 2021 dilewati. Pandemi di Indonesia masih belum reda dan bahkan semakin menggila. Berita-berita dan kabar duka semakin membuat perasaan tidak gembira. Padahal dalam kondisi seperti sekarang kita ‘diharuskan’ gembira dan bahagia supaya daya tahan tubuh tetap terjaga.
Continue reading “Mari Kita Bergembira?”

Antara Non-Fiksi dan Fiksi

Gerry Lane, mantan pegawai PBB yang diperankan Brad Pitt dalam film World War Z (2013) akhirnya mampu berpacu melawan waktu mencari vaksin sebuah virus mematikan setelah berhadapan dengan para mahluk mengerikan ala zombie. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda dunia seperti berperang melawan diri sendiri. Musuh yang dihadapi pun tak tampak dan ini bukan fiksi. Kisah masih berlanjut.
Continue reading “Antara Non-Fiksi dan Fiksi”

Bukan Main(an)

Hampir setahun kita berada dalam kondisi pandemi. Kegiatan di luar rumah banyak yang sangat dibatasi mengingat situasi belum membaik. Terlalu lama berada di rumah memaksa orang mencari kegiatan untuk menghindari kebosanan. Selain kegiatan rutin yang berhubungan dengan pekerjaan, melakukan hobi merupakan cara mengisi waktu luang selama pandemi.
Continue reading “Bukan Main(an)”

2020 is bijna afgelopen

Het is november. Het is bijna aan het eind van 2020. 2020 is bijna afgelopen. Vorige jaar hetzelfde maand in november verscheen mijn boek over toerisme na een paar maanden onder de redactie was. De pandemie is nog niet klaar en we werken nog thuis. Ik kijk even naar mijn blog in januari 2020. Ik schreef: ‘het jaar 2020. Het getal is uniek want er zijn vier cijfers die dezelfde zijn. Twee nul, twee nul.’
Continue reading “2020 is bijna afgelopen”

Kerja Dari Rumah Saja

Fisik boleh tak kemana-mana tetapi fikiran harus tetap waras. Situasi pandemi yang masih berlangsung membuat mobilitas kita sangat terbatas. Ditambah lagi angka mereka yang positif Covid-19 di Indonesia belum memperlihatkan tanda-tanda menurun. Namun, situasi ini tidak membuat kita lantas berbuat apa-apa.
Continue reading “Kerja Dari Rumah Saja”

Saujana Pusaka Indonesia dalam Ingatan

Saujana. Satu kata yang saya dengar kali pertama pada akhir tahun 1990-an, dari sebuah lagu karya kelompok musik KLA Project. Saujana, samudra membentang sambut layarku/ Saujana, hidup di seberang gerlap mimpiku/ Mungkinkah merapat ke sana? Demikian bunyi liriknya yang ditulis oleh Katon Bagaskara, salah seorang personil KLA Project yang memilih kata-kata indah tak lazim namun puitis. Sebagai lulusan Fakultas Sastra, saya memang begitu memuja kata-kata indah yang terjalin, terangkai membentuk makna.
Continue reading “Saujana Pusaka Indonesia dalam Ingatan”

Membingkai Mooi Indië, Jalan-Jalan Zaman Normaal

Masih dalam suasana PSBB yang mulai dilonggarkan. Saat itu siang hari tanggal 16 Juni 2020 setelah mengerjakan beberapa tugas, sebuah pesan dari WA masuk. Isi pesan dari seseorang bernama Pitor, pengajar dari Prodi Pariwisata Sekolah Vokasi UGM dan pegiat di platform . Ia mendapat nomor saya dari Rianti, salah seorang pengajar di Prodi Belanda. Dalam WA, ia meminta kesediaan saya untuk berdiskusi mengenai sejarah pariwisata di Hindia-Belanda, terkait dengan buku saya Sejarah Pariwisata di Hindia-Belanda 1891-1942 yang terbit tahun 2019 lalu.
Continue reading “Membingkai Mooi Indië, Jalan-Jalan Zaman Normaal”

Tetap Sehat dan Waras di Tengah Pandemi

“all the best people are Taureans,!” tulis Prof. Peter Carey di laman Facebook saya.
18 Ramadhan 1441. 11 Mei 2020. Menambah usia di tengah pandemi. Semoga berkah di sisa usia. Demikianlah do’a yang disampaikan kepada saya. Ya, sisa usia. Tiga tahun lagi, jika Allah mengizinkan, saya memasuki usia setengah abad. Sebagai manusia yang dilahirkan di abad lalu, abad ke-20, diberi kesempatan menikmati kehidupan di abad ke-21 adalah suatu kenikmatan tiada tara. Puji syukur atas karunia-Nya.
Continue reading “Tetap Sehat dan Waras di Tengah Pandemi”

Perjalanan dan Turisme Masa Depan setelah Pandemi

Masih berpuasa di tengah pandemik. Di hari ke-6 bulan Ramadhan. Pagi cukup cerah. Matahari tidak bersinar malu-malu. Saya mengajak si sulung berjalan kaki. Berjemur dan mencari keringat. Masuk ke kampus, ke luar kampus, melewati kelurahan. Memang, sudah naluri kita melakukan pergerakan. Mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain.
Continue reading “Perjalanan dan Turisme Masa Depan setelah Pandemi”