Bulan Agustus, September, dan Oktober merupakan bulan-bulan penuh kesibukan. Kesibukan masih akan berlanjut menjelang akhir tahun. Di sela-sela kesibukan ada kabar gembira. Akhirnya setelah sekian lama menjalani proses, buku (Bukan) Tabu di Nusantara terbit.
Category: Artikel
Sekotak ‘Swiss’ dalam Kantong
Bandara Changi pukul 21.50 waktu setempat. Masih ada satu jam untuk naik ke pesawat yang akan membawa saya ke Eropa. Bagi saya Changi semacam gerbang untuk masuk ke ‘dunia’ Eropa. Saya tidak sempat menikmati fasilitas Changi berhubung jari tengah di tangan kiri saya memar. Warna kebiru-biruan, rasa nyut-nyut, dan jari yang tampak mulai membengkak membuat saya malas bergerak. Padahal biasanya sebelum naik pesawat untuk penerbangan malam, saya akan berkeliling, sengaja melelahkan diri supaya nanti di pesawat tinggal tidur dan tiba di tujuan dengan badan segar.
Continue reading “Sekotak ‘Swiss’ dalam Kantong”
Akulturasi dalam Turisme di Hindia-Belanda
Satu artikel lagi yang terbit dalam bahasa Indonesia. Artikel ini dimuat di jurnal Paradigma dengan judul Akulturasi dalam Turisme di Hindia-Belanda.
Continue reading “Akulturasi dalam Turisme di Hindia-Belanda”
‘Come to Holland’
This is my article in Bahasa Indonesia on Jurnal Kajian Wilayah.
‘Come to Holland’: Promosi Pariwisata Belanda bagi Hindia-Belanda dan Indonesia
Abstract
Relation between Indonesia and The Netherlands, particularly in the tourism sector has been established long time ago. The relation has been built since Indonesia still part of Dutch colony until now. Relation in the tourism sector had disconnected between the beginning of Second World War until the 1950s. This article tries to trace the relation and the contemporary situation of the tourism sector in Netherland. The discussion focuses on the Netherlands as a tourism destination for the Dutch East Indies’ verlofgangers (those who furlough) and for Indonesian tourists. The question is how Netherlands promote their country as tourist destination and the reason why they promote their country to Dutch East Indies and Indonesian tourists. The data sources for this article are from Dutch’s newspapers and magazines during the colonial period, archives of tourism agencies in the Netherlands as well as Dutch contemporary newspapers.
Keywords: The Netherlands, Indonesia, Dutch East Indies, tourism, promotion
For the full text article, please see: http://jkw.psdr.lipi.go.id/index.php/jkw/article/viewFile/759/pdf
Cover of the book Come to Holland, source: https://www.arranalexander.co.uk
Promosi Budaya Melalui Lidah
Ketika kita bepergian ke suatu tempat biasanya kita ingin mencicipi hidangan khas daerah tersebut. Jika tidak ada hidangan khas, maka ditemu-ciptakan suatu hidangan dan diperkenalkan sebagai hidangan khas. Hidangan itu kemudian disosialisasikan sehingga terkenal dan membuat orang penasaran untuk mencicipinya. Hal ini lah yang mendorong kegiatan wisata kuliner yang marak belakangan ini.
Continue reading “Promosi Budaya Melalui Lidah”
Dinamika Budaya dan Bahasa Belanda di Indonesia tahun 1950-2000-an
Proyek penelitian ini mulai dikerjakan sejak awal tahun 2018. Gagasan awalnya adalah penelitian disertasi dari Dr. Kees Groeneboer, Weg tot het Westen. Het Nederlands voor Indië1600-1950 (1993). Dalam penelitiannya Groeneboer mengakhirinya di tahun 1950. Hal tersebut merupakan suatu peluang untuk dikaji karena dalam sejarahnya, budaya dan terutama bahasa Belanda di Indonesia tentu mengalami dinamika. Ada pasang, ada surut. Ada turun, ada naik.
Continue reading “Dinamika Budaya dan Bahasa Belanda di Indonesia tahun 1950-2000-an”
Literasi Kartini: Apa yang ditulis akan abadi
Verba Volant, Scripta Manent. Apa yang dikatakan akan lenyap, apa yang ditulis akan abadi. Demikian makna ungkapan bahasa Latin ini. Ungkapan dalam bahasa Latin tersebut sesuai dengan kiprah R.A.Kartini yang menghasilkan sejumlah karya tulis. Jejak karya beliau masih dapat kita baca hingga hari ini. Dari kumpulan surat hingga beberapa karangan beliau. Baik yang dipublikasikan, maupun tidak. Jejak tersebut akan abadi dan tak akan terhapus oleh waktu karena scripta manent.
Continue reading “Literasi Kartini: Apa yang ditulis akan abadi”
Catatan Seorang Turis Siluman
Judul: Perjalanan Turis Siluman 51 Cerita dari 61 Tempat di 41 Negara
Penulis: Agus Dermawan T
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta
Cetakan: I, 2017
Tebal: xiv + 390 halaman
ISBN: 978-602-424-320-3
Harga: Rp. 95.000
Apa yang muncul di benak Anda jika mendengar kata turis? Kesan yang muncul dapat negatif atau positif. Baik disadari maupun tidak, kita tentu pernah menjadi seorang turis. Satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kata turis adalah kegiatan perjalanan dengan tujuan untuk berekreasi. Meskipun, tujuan awal dan utamanya seseorang bepergian bukan untuk berekreasi, misalnya untuk perjalanan dinas, tetapi pasti tetap ada unsur rekreasi dan pengalaman turistik. Demikian pula dengan pengalaman perjalanan Agus Dermawan T di berbagai benua dalam buku Perjalanan Turis Siluman ini.
Continue reading “Catatan Seorang Turis Siluman”
Anti-Turis, Anti-Turisme
‘First Venice and Barcelona: now anti-tourism marches spread across Europe’, judul berita dari sebuah artikel di The Guardian edisi 10 Agustus 2017 lalu tidak begitu mengejutkan saya.
Continue reading “Anti-Turis, Anti-Turisme”
Tahun 2017
Tahun 2017 yang telah dilewati menyisakan kenangan. Ada banyak kenangan yang membahagiakan. Semua datang silih-berganti. Ada yang memang sudah diniatkan dan diresolusikan dari tahun-tahun sebelumnya. Ada pula yang datang tiba-tiba, tak diundang tapi harus dilaksanakan.
Tahun 2017 ada sejumlah artikel yang dihasilkan dan dipresentasikan di berbagai acara.
1. ‘Wisata Imaji’ Chairil Anwar dalam Ruang dan Waktu dipresentasikan acara Mengenang Chairil Anwar: Kepenyairan dan Pemikiran 4 Mei 2017. Dalam acara ini saya satu panel dengan Prof. Sapardi Djoko Damono.
2. ‘Raffles dan Pariwisata di Jawa’, artikel dalam buku Raffles dan Kita: Peringatan 200 Tahun The History of Java dengan editor Catrini Kubontubuh dan Eka Budianta. Sebelumnya, pada tanggal 6 Mei 2017 saya menyampaikan artikel tersebut dalam diskusi 200 Tahun The History of Java di Griya BPPI Jakarta.
3. ‘Chinese Community in the Netherlands-Indies in the View of Foreign Women Travelogue Writers of the 19th-20th Century’, makalah disampaikan di The 4th International Conference on Chinese-Indonesia Studies di FIB UI Depok (Agustus 2017)
4. ‘The Early Tourist Guidebooks to the Dutch East Indies and Malaya in the 19th and 20th Centuries’, makalah disampaikan di the 11th International Conference on Malaysia-Indonesia Relation (PAHMI 11) di FIB UI Depok (Agustus 2017)
5. ‘Cultural Aspects of Tourism Promotion Activities in the Dutch East Indies (1908-1941), makalah disampaikan di 2nd Asia Pasific Research in Social Sciences and Humanities (APRiSH) di Hotel Margo Depok (September 2017)
6. ‘Tracing the Early Tourism Activity in Eastern Indonesia’, makalah disampaikan di International Scholar Summit ‘On Shaping the Beter World 2017’ di Universitas Indonesia (Oktober 2017)
Makalah yang terakhir ini ‘mengakibatkan’ saya diberangkatkan ke University New South Wales, Sydney Australia pada pertengahan bulan November 2017.

Sebenarnya puncak ketegangan saya pada tahun 2017 adalah pada bulan Mei 2017 karena saya menjalani sidang tertutup dan dilanjutkan pada 6 Juli 2017 dengan sidang terbuka. Persiapan menghadapi ujian di saat menjelang liburan lebaran sangat menegangkan. Alhamdulillah saya berhasil mempertahankan disertasi tersebut yang berjudul ‘Dari Vreemdelingenverkeer ke Toeristenverkeer: Dinamika Pariwisata di Hindia-Belanda 1891-1942’.
Untuk tahun 2018 sedang dipersiapkan sejumlah artikel dan naskah. Semoga semua terwujud.