Jangan sekedar bangga pada masa lalu

Artikel Prof. Satjipto Rahardjo (Kompas, 18/4/09) seolah ‘menyentil’ kita, khususnya mengenai masa lalu hubungan Indonesia-Belanda.  Semua itu memang telah menjadi catatan sejarah, tumpukan arsip dan kajian ilmiah yang justru membutuhkan kerelaan hati untuk mengubahnya menjadi sebuah aksi. Bukan sekedar catatan belaka Continue reading “Jangan sekedar bangga pada masa lalu”

Sebuah Catatan Orang Film

Judul         :  Kenang-kenangan Orang Bandel
Penulis        :  H. Misbach Yusa Biran
Pengantar    : Ajip Rosidi
Penerbit    :  Komunitas Bambu, Depok Agustus 2008
Tebal        :  324 halaman + xvii

Dunia film sering dimaknai oleh sebagian orang awam sebagai dunia gemerlap bak mengawang di langit. Tak banyak orang yang tahu ada apa di balik dunia itu. Sepertinya apa yang terjadi di sana tak akan dapat diketahui tanpa adanya catatan para pegiat di dunia tersebut yang menggelutinya selama bertahun-tahun. Continue reading “Sebuah Catatan Orang Film”

Andy Tielman: Perintis Rock n’ Roll Belanda

Awal tahun 2008 lalu saya dan rekan saya Indira Ismail diminta untuk memberikan kuliah pilihan Budaya Belanda dengan tema kuliah musik pop Belanda. Suatu tema yang menarik, menantang dan sekaligus membuat dahi berkerut. Musik pop Belanda? Apakah kami harus membahas Marco Borsato, Andre Hazes, De Dijk, De Kast, Acda en de Munnik, BlØf , Ali B atau K3? Continue reading “Andy Tielman: Perintis Rock n’ Roll Belanda”

Kiprah Pendiri Bangsa Indonesia di Negeri Penjajah

Judul: Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600-1950

Judul Asli : In het Land van de Overheerser: Indonesiër in Nederland 1600-1950

Penulis : Harry A. Poeze

Penerjemah : Hazil Tanzil, Koesalah Soebagyo Toer

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia dan KILTV-Jakarta , 2008

Tebal : x + 412 halaman

“Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.” Demikian kalimat awal dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Hal yang menarik dalam kalimat itu adalah kata “bangsa Indonesia” dan “kemerdekaannya”. Siapa bangsa Indonesia yang dimaksud dan merdeka dari siapa?

Jawaban kedua pertanyaan itu kelihatannya mudah. Pertanyaan siapa bangsa Indonesia mungkin dijawab “ya kita ini” yang ketika Proklamasi diatasnamakan oleh Soekarno dan Hatta. Sedangkan pertanyaan kedua jawabannya adalah merdeka dari Jepang yang ketika itu baru kalah dari pasukan Sekutu. Bisa juga merdeka dari Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Continue reading “Kiprah Pendiri Bangsa Indonesia di Negeri Penjajah”

Orang Indonesia di Negeri Penjajah

Tanggal 17 Agustus 2008. Ketika itu orang-orang merayakan tujuh-belasan. Tak terkecuali ibu saya yang sejak tanggal 16 berlatih menyanyi lagu-lagu perjuangan. Akhir pekan ini kami sekeluarga memang menginap di rumah ibu saya. Satu batita, satu bayi dan satu koper besar untuk keperluan mereka kami boyong ke Pondok Gede. Continue reading “Orang Indonesia di Negeri Penjajah”

Membaca ‘Dongeng’ Nusantara

Judul : Nusantara: Sejarah Indonesia

Judul asli : Nusantara: A History of Indonesia

Penulis : Bernard H.M. Vlekke

Penerjemah : Samsudin Berlian

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, Freedom Institute dan Balai Pustaka, 2008

Tebal : xxiii + 528 halaman.

Beberapa waktu lalu ada yang mengusulkan untuk mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Alasannya nama Nusantara lebih sesuai dibandingkan Indonesia. Jauh sebelumnya, pada tahun 1920-an, Dr. Setiabudi yang memiliki nama asli Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950) memopulerkan nama untuk tanah air, negeri kita yaitu Nusantara. Satu kata yang tidak memiliki unsur kata ‘Hindia’ (dari kata bahasa Belanda = Nederlands Indië, Hindia Belanda). Nama yang digunakan oleh Pemerintah Kolonial untuk menyebut negeri kita. Continue reading “Membaca ‘Dongeng’ Nusantara”

Doktor Banjir

Senin 21 Juli lalu saya menghadiri promosi Restu Gunawan untuk meraih gelar doktor di Pusat Studi Jepang, Depok. Kami lumayan kenal akrab. Lha wong istrinya Mbak Amur, teman seangkatan saya di S2. Ditambah lagi waktu ikut kuliahnya Prof. Susanto Zuhdi, kita sering ketemu. Bahkan beberapa kali saya main ke rumahnya Continue reading “Doktor Banjir”

My First International Book Review

This my first book review in English which was published in Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkude (BKI), an international journal of the humanities and social science of Southeast Asia and Oceania (Vol 161.1 2005). I would like to thanks Dr. David Henley for editing this review. I learned much from this review and I try to begin writing an article for international journal, especially in English. Continue reading “My First International Book Review”

Benny dan Mice VS Fokke en Sukke

Jujur saja setiap Minggu pagi yang paling saya tunggu adalah kedatangan Benny dan Mice. Dua tokoh kartun yang muncul di harian Kompas. Selain kartun Panji Koming dan kolom ‘buku’ tentunya. Tidak hanya jalinan gambar dan cerita dalam tiap panel yang membuat saya ngakak atau tersenyum kecut, gambar dua tokoh di bawah tulisan Kartun Benny dan Mice sudah membuat saya tersenyum. Continue reading “Benny dan Mice VS Fokke en Sukke”

Bapak

22 Februari lalu genap dua tahun bapak meninggalkan kami semua. Kenangan bergulir satu persatu. Saya masih ingat tetesan air mata bapak di ruang ICU ketika kami semua berkumpul di sana dan mengatakan melepas beliau dengan ikhlas. Tetesan air mata itu persis seperti yang saya lihat ketika beliau mendengar saya diterima di perguruan tinggi negeri.

Bapak tak meninggalkan warisan yang banyak karena kami bukan orang kaya dan juga tidak termasuk miskin. Kami, empat bersaudara pun tak terlalu meributkan itu. Satu warisan penting yang beliau tinggalkan adalah pendidikan. Alhamdulillah, kami semua menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi. Sesekali bapak mengeluhkan biaya pendidikan si bungsu yang lumayan mahal. Namun, bapak tetap berupaya sekuat tenaga supaya si bungsu menyelesaikan pendidikannya.

Ada satu cerita beliau yang menggelitik. Continue reading “Bapak”