Vijf vragen aan…Achmad Sunjayadi

Vijf vragen van de redactie Internationale Vereniging voor Neerlandistiek (IVN) in 2012 aan de hoofd van Vakgroep Nederlands Universitas Indonesia

Vraag 1: Wat maakt dat er een afdeling Nederlands in Jakarta bestaat?

Volgens prof. Jan W. de Vries van de Universiteit Leiden ontving de Nederlandse Minister voor Ontwikkelingshulp in mei 1967 een brief van de rector van de Universitas Indonesia te Jakarta waarin verzocht werd om ondersteuning bij de oprichting van een studierichting Neerlandologie. Een dergelijke studierichting werd van groot belang geacht omdat kennis van het Nederlands bij de beoefening van verschillende wetenschapsgebieden een noodzaak was.

Vanaf 1968 was het Nederlandse Ministerie van Onderwijs en Wetenschappen bij de oprichting van de nieuwe opleiding betrokken. In 1970 werd aan de Faculteit der Letteren van de Universitas Indonesia de vakgroep Nederlandse taal-, en, letterkunde geopend. Deze begon met 37 studenten, 10 studenten Nederlands als tweede taal (voornamelijk docenten) en 34 bijvakstudenten. Hoofd van de nieuwe afdeling was prof.dr. Harsya Bachtiar, vakgroepssecretaris werd dra. Afiah Thamrin. Twee neerlandici uit Nederland werden aan de afdeling toegevoegd: drs. Jan W. de Vries en drs. Gerard Termorshuizen. Continue reading “Vijf vragen aan…Achmad Sunjayadi”

Saya menulis (lagi)….

Menyambut usia blog ini yang kelima, saya berniat akan menulis (lagi). Saya katakan (lagi) karena setelah sekian lama, kegiatan menulis yang saya lakukan seperti tak berjiwa dan tak bermakna. Saya menulis karena terpaksa, menulis karena tugas, menulis karena tuntutan pekerjaan. Saya menulis dengan terburu-buru tanpa menikmatinya.

Continue reading “Saya menulis (lagi)….”

Rencanakan dan Lakukan

Artikel saya pada awal tahun 2012 ini berhubungan dengan waktu. Sebenarnya saya sudah memikirkannya setiap pagi, dalam perjalanan menuju kantor.Waktu yang terus bergulir, berjalan dan tak mungkin kita hentikan. Meskipun dari fiksi, kita bisa melihat beberapa film yang memainkan waktu. Menghentikannya, memajukan atau memundurkannya.

Continue reading “Rencanakan dan Lakukan”

Penghujung 2010

Penghujung 2010,

Beberapa jam menjelang 2011 seperti biasa masih ada waktu merenungi laku, langkah dan lakon yang telah terjadi. Sambil menimbang dan membayangkan laku, langkah dan lakon 365 hari ke depan, waktu terurai begitu cepat.

Banyak laku, langkah dan lakon dibuat, tak menyurutkan hasrat menatap masa depan. Anak-anak tumbuh seiring waktu yang berjalan. Kedewasaan dan kearifan menempa pengalaman. Pengetahuan dan keterampilan selayaknya menambah kedewasaan dan kearifan itu.

Di sela-sela kegagalan yang menyiratkan keberhasilan yang tertunda. Di sela-sela kekecewaan yang menyiratkan kebahagiaan yang belum waktunya. Masih ada keinginan dan harapan yang lebih baik.

Oeroeg di Binus International School

Binus International School Simprug, bincang novel Oeroeg 2010, Novel Oeroeg, diskusi novel Oeroeg 2010,

Satu surat masuk ke alamat surat elektronik saya. Isinya tawaran untuk mengisi acara diskusi buku di sebuah sekolah di kawasan Simprug. Saya diminta menyampaikan uraian tentang perkembangan sastra Belanda secara umum di Indonesia yang dikaitkan dengan novel Oeroeg.
Continue reading “Oeroeg di Binus International School”

Depok retroversi

Jika dihitung secara formal (dibuktikan dengan kartu identitas), sudah lebih dari lima tahun saya tinggal di kota Depok ini. Kalau dihitung secara tidak formal, lima tahun ditambah tujuh tahun (masa studi dan masa magang) maka menjadi dua belas tahun. Cukup lama bukan?

Depok sekarang berbeda dengan Depok delapan belas tahun silam. Ketika saya mulai menginjakkan kaki di sini untuk mengangsu ilmu. Dulu udaranya sepertinya lebih segar. Pukul 6.30 ketika itu di sela-sela pepohonan karet masih tampak kabut dan tampak tetesan embun.

Soal macet jangan ditanya. Oleh karena itu jika tidak terlalu penting atau memerlukan pertemuan fisik, saya enggan meluncur ke Jakarta. Durasi perjalanan pergi dan pulang membuat jiwa tertekan. Maka untuk ‘urusan bisnis’ saya lebih senang menggunakan teknologi (jika memungkinkan).

Saya pernah mengalami sendiri pengalaman, berangkat ketika matahari belum menampakkan dirinya dan kembali ketika mulai terbenam. Berangkat dan pulang disambut antrian kendaraan alias macet. Menyebalkan dan menjemukan tapi itu lah kenyataannya sekarang.

Jangankan delapan belas tahun silam, lima tahun lalu saja situasi dan kualitas udaranya jauh berbeda. Ketika itu saya masih bisa menghirup udara bersih di pagi hari dengan leluasa. Genangan air jika hujan tak terlalu banyak. Namun, melihat situasi sekarang sepertinya harus dipikirkan lagi bagaimana situasi lima tahun yang akan datang.

Biar begitu saya sudah telanjur sayang dan cinta dengan kota ini. Kota yang dulu tidak pernah saya bayangkan akan saya tinggali dan menjadi kota kelahiran dua buah hati saya.

Mungkin saja kelak kota ini hanya menjadi persinggahan atau sekedar tempat saya membagi ilmu karena kami telah menemukan ‘sarang’ lain yang masih ‘perawan’ dan mungkin lebih manusiawi.

Pertengahan tahun

Tak terasa sudah enam bulan di tahun 2010 ini.  Sekarang sudah bulan Juni. Komitmen dan rencana yang dibuat pada awal tahun mulai dilihat lagi. Ada yang belum  terwujud, separuh, sepertiga, seperempat, seperlima bahkan ada yang sama sekali belum terwujud. Masih sekedar wacana, demikian kata pejabat atau tokoh di televisi. Kalau sudah demikian, harus dikuatkan lagi nawaitu dan komitmen yang pernah terucap dan tertulis. Supaya tidak keluar jalur dan menciptakan keresahan publik di rumah. Continue reading “Pertengahan tahun”

Sejarah Kecil Aktor Sejarah

Judul: Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia II
Penulis: Rosihan Anwar
Penerbit: Penerbit Kompas,  Juli 2009
Halaman: viii + 348 halaman

Judulnya boleh disebut Sejarah Kecil, Petite Historie Indonesia 2. Namun, penulisnya bukanlah orang kecil.  Setelah sukses dengan jilid pertama, jilid kedua buku tersebut kembali hadir. Pada jilid kedua ini fokus utamanya pada bidang pers, film, kebudayaan yang juga mengenai para wartawan, sineas dan seniman.

Rosihan Anwar, penulis buku Sejarah Kecil ini bukanlah orang sembarangan. Beliau tidak hanya penulis sejarah tapi dapat dikatakan sebagai pelaku alias aktor sejarah. Sehingga apa yang dituturkan seperti laporan pandangan mata dari pelakunya sendiri.

Continue reading “Sejarah Kecil Aktor Sejarah”