Memoar Seorang Sarjana Ngawur

ben-anderson-hidup

Judul               : Hidup di Luar Tempurung

Judul asli         : A Life Beyond Boundaries

Penulis             : Benedict Anderson

Penerjemah      : Ronny Agustinus

Penerbit           : Marjin Kiri, Tangerang Selatan

Cetakan           : I, 2016

Tebal               : x + 205 halaman

ISBN               :  978-979-1260-59-6

Adakah di antara kita mengetahui siapa yang pertama kali memperkenalkan istilah ‘bule’ di Indonesia? Istilah yang menggantikan kata londo (Belanda) dan mengacu untuk orang asing berkulit putih. Bagi yang belum mengetahui, istilah tersebut diperkenalkan oleh Benedict R.O’G. Anderson yang akrab dipanggil Om Ben pada tahun 1960-an ketika ia melakukan penelitian pertama kali di Indonesia.

Continue reading “Memoar Seorang Sarjana Ngawur”

Kampung Halaman

sujatno-koempoel-1950Lebaran sudah di ambang pintu. Para pemudik berangsur-angsur meninggalkan ibukota menuju kampung halaman masing-masing. Salah satu meme yang beredar tentang berlebaran di ‘kampung halaman’ sangat menggelitik: ‘Pengen pulang ke kampung halaman, tapi lupa halaman berapa?’. Demikian teks yang tertulis dalam meme tersebut.

Continue reading “Kampung Halaman”

Motif Turis Masa Lalu

COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_dansvoorstelling_voor_toeristen_op_Bali_TMnr_60027498Turisme berhubungan dengan mobilitas manusia (perjalanan). Manusia memang menjadi unsur penting dalam kegiatan turisme. Demikian pula dengan sejarah. Sejarah membahas manusia serta berbagai kegiatannya. Maka sejarah turisme menempatkan manusia beserta kegiatannya dalam hal turisme. Ini juga yang berlaku dengan sejarah turisme di Hindia-Belanda.

Continue reading “Motif Turis Masa Lalu”

Konsep Turisme (Versi Awal)

trsmBeberapa waktu terakhir saya berkutat dengan konsep terkait penelitian saya. Berbagai literatur saya baca dan telusuri. Ditambah lagi komentar dan saran dari Prof. Noerhadi Magetsari (Pak Nanung) dalam seminar hasil penelitian bulan Desember 2014 silam. Alhasil ini semakin menggugah saya untuk mematangkan konsep sebelum disajikan dalam bentuk laporan.

Continue reading “Konsep Turisme (Versi Awal)”

Dua Ribu Empat Belas

juara III

Dua Ribu Empat Belas pun harus berlalu. Begitulah, kita usia kita kian bertambah (bahkan berkurang jatahnya) dan seharusnya bertambah bijak.

Tahun 2014 ini penuh dengan dinamika dan makna. Pengalaman yang semakin bertambah membuat sadar bahwa hidup perlu dimaknai.

Ada beberapa hal yang (kembali) ditunda. Meskipun itu sebenarnya bukan kegagalan tetapi ada hal lain yang ternyata perlu didahulukan. Hal ini juga menunjukkan bahwa kita tidak bisa mengatur segalanya.

Beberapa peristiwa mewarnai tahun 2014 ini. Penuh warna. Demikian halnya dengan kesempatan yang datang. Kesempatan itu harus diambil, dijalani dengan penuh tanggung jawab karena kesempatan tak akan datang dua kali kecuali jika sedang diare yang bisa berkali-kali.

max havelaar

Pertemuan dengan kawan-kawan baru menunjukkan kedinamisan tahun yang telah dilewati. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa ‘dunia tak selebar daun kelor’. Terima kasih karena telah berkenalan dengan Anda . Namun, untuk hal-hal tertentu sepertinya para pelakunya, dia lagi-dia lagi.

Perjalanan ke tempat baru dan bahkan lama kembali menambah pengalaman. Jika perlu dapat dituangkan dalam bentuk tulisan dan dinikmati oleh orang lain.

Tahun 2014 juga penuh dengan hingar-bingar politik. Beruntung, kami tak ‘terseret’ untuk ikut berhingar-bingar yang membuat lelah pikiran dan perasaan karena bisa-bisa sakitnya tuh di sana.

Beberapa artikel, baik yang dimuat dalam jurnal, kumpulan tulisan dan hasil penelitian telah dihasilkan pada tahun 2014. Hal ini perlu ditingkatkan kembali tahun depan.Tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas.

Beberapa rencana disusun untuk tahun depan. Menyelesaikan dan mempertahankan disertasi, menyiapkan artikel untuk jurnal nasional dan internasional, menulis buku (ada beberapa gagasan), beberapa proyek. Semuanya butuh strategi tidak sekedar Mimpi, Yakin, Syukur, Pasrah, dan Doa.

foto: Pak Aselih Asmawi

KITLV-Leiden dalam Kenangan

KITLV

Salah satu tempat favorit saya ketika berkunjung di Leiden adalah KITLV, baik itu ruang baca, maupun tamannya. Apalagi ketika saya menetap selama enam bulan, tempat ini merupakan salah satu tujuan di sela-sela waktu istirahat atau mengerjakan tugas. Bila waktu memungkinkan setiap saya berkunjung ke Belanda, saya selalu menyempatkan diri singgah di tempat ini.

Continue reading “KITLV-Leiden dalam Kenangan”

Buku di Perjalanan

book's smgSetiap mengunjungi suatu kota atau daerah yang belum pernah saya kunjungi saya berharap menemukan buku yang membahas kota atau daerah tersebut. Buku mungkin sesuatu harapan yang cukup tinggi, jadi minimal saya dapat bertemu dan mendapatkan informasi dari seseorang atau beberapa orang yang mengenal daerahnya tersebut.

Continue reading “Buku di Perjalanan”

Bagaimana melakukan penelitian sejarah

student guide

Untuk menyemangati diri sendiri dan mudah-mudahan dapat juga menjadi inspirasi bagi orang lain berikut ulasan dari salah satu bab dengan judul “How to research a history topic” yang diambil dari buku A Student’s Guide to History (2013) karya Jules R.Benyamin.

Continue reading “Bagaimana melakukan penelitian sejarah”

Kisah Ayam

Almarhum pakde saya adalah seorang pecinta hewan. Salah satunya ayam jago yang pada pagi hari suaranya mampu membangunkan saya dari mimpi indah. Ayam jago yang berjenis bangkok itu mendapat perlakuan istimewa. Mulai dari kandang yang selalu diperhatikan kebersihannya, makanan, vitamin  yang selalu dijaga hingga belaian penuh kasih dan mungkin rasa sayang.

Setiap minggu ayam bangkok itu dimandikan. Tentunya bukan seperti memandikan motor Honda tunggangannya, ke tempat dia bekerja setiap hari di sebuah pabrik di bilangan utara Jakarta. Ayam itu disiraminya dengan air dari tangan sambil diusap secara perlahan.

Lain dengan Almarhum ayah. Suatu ketika beliau membawa ayam jago hitam legam yang dikenal dengan ayam Cemani.  Sekujur tubuhnya, mulai dari bulu, jengger, kaki, hingga daging dan tulangnya berwarna hitam. Konon ayam ini berharga mahal (hingga puluhan juta) dan kerap dipakai untuk ritual tertentu. Mungkin almarhum ayah saya mengetahui betapa mahalnya jenis ayam itu sehingga berniat memeliharanya. Lain waktu beliau membawa ayam yang berbulu keriting, jantan dan betina. Ibu saya menyebutnya ayam bulu walik. Beberapa teman adik saya yang berkunjung ke rumah sering tertawa dan berseloroh ayam keriting itu cocok dipelihara keluarga kami lantaran kami semua nyaris berambut keriting. Continue reading “Kisah Ayam”

Mengalir

Awal 2013. Biasanya setiap awal tahun dimulai dengan resolusi yang akan dilakukan sepanjang tahun. Namun, awal tahun ini tidak banyak resolusi yang dibuat. Pertama, kondisi fisik yang masih belum memungkinkan alias masih perlu istirahat total. Virus yang menyerang di akhir tahun sepertinya masih betah hingga pertengahan Januari.

Dalam kondisi seperti itu, rasanya malas untuk melakukan berbagai hal (di luar aktivitas rutin seperti makan, minum, beribadah, istirahat). Aktivitas menulis serta membaca (kecuali Al Qur’an) yang biasanya dilakukan menjadi terasa berat. Satu hal yang sepertinya harus diubah. Waktu membaca yang pada tahun lalu nyaris tak ada (meskipun banyak buku-buku baru yang hanya jadi penghias rak), tahun ini harus digiatkan lagi. Tak ada lagi alasan. Tak ada lagi tawar-menawar.

Setelah tubuh kembali sehat, rasanya perlu memikirkan resolusi tahun ini. Kembali lagi resolusi untuk menulis terlontar dari pikiran. Sama halnya dengan aktivitas menulis yang tahun lalu ‘dipaksakan’ kembali menulis, aktivitas membaca dan mencari waktu yang ‘tepat’ (istilah orang yang sok sibuk seperti saya) sepertinya harus dipaksa.Hasilnya beberapa buku, koleksi saya dan istri saya yang belum sempat terjamah, saya baca halaman demi halaman hingga selesai. Awal tahun ini (hingga akhir Januari) dua setengah buku selesai. Tak ada target berapa buah buku yang harus saya baca tahun ini. Seperti kebiasaan dalam bekerja, saya tidak hanya fokus pada satu buku, tapi jika memungkinkan beberapa buku. Continue reading “Mengalir”