Turisme Hindia-Belanda Masa Pendudukan Jepang?

11301478_10206617209529320_1754153067_nKetika harus menulis historiografi yang berlatar masa pendudukan Jepang di Indonesia kita seringkali dihadapkan pada tersedianya sumber, khususnya arsip.  Hal ini pula yang dikemukakan oleh Professor Aiko Kurasawa dalam surat elektroniknya ketika menjawab pertanyaan saya. Oleh karena itu sumber berupa novel, catatan perjalanan, memoir dari mereka yang pernah ditugaskan di Indonesia menjadi begitu berharga, tulisnya.

Continue reading “Turisme Hindia-Belanda Masa Pendudukan Jepang?”

Penerapan Konsep Tourist Area Lifecycle (R.W.Butler) dalam Sejarah Obyek Turisme di Hindia Belanda

45246901-2b61-46ae-811d-62912037d3faTerkait dengan sejarah obyek turisme di Hindia-Belanda, tulisan ini mengangkat konsep Tourist Area Lifecycle (TLC) dari R.W.Butler (1980).  Butler dalam artikelnya ‘The Concept of a Tourist Area Cycle of Evolution: Implication for Management of Resources’ (1980) menyebutkan bahwa area turis (obyek turisme) dinamis dan mereka dapat berkembang dan berubah dari waktu ke waktu.  Perkembangan dan perubahan ini tidak berlangsung dengan cepat. Butler menggunakan istilah evolusi alih-alih revolusi.

Continue reading “Penerapan Konsep Tourist Area Lifecycle (R.W.Butler) dalam Sejarah Obyek Turisme di Hindia Belanda”

Sejarah Obyek Turisme

borobudurSalah satu unsur penting dalam turisme adalah obyek turisme. Tentu saja penting karena untuk apa para turis datang berkunjung ke suatu tempat jika tidak ada yang dilihat.

Continue reading “Sejarah Obyek Turisme”

Turis itu orang asing

vvv

Turis adalah orang asing. Demikian makna dari kata turis ketika pertama kali digunakan. Mereka bukan bagian dari wilayah yang dikunjunginya. Dalam hal ini saya menggunakan konteks di Eropa serta secara khusus di Belanda dan Hindia-Belanda.

Continue reading “Turis itu orang asing”

Konsep Turisme (Versi Awal)

trsmBeberapa waktu terakhir saya berkutat dengan konsep terkait penelitian saya. Berbagai literatur saya baca dan telusuri. Ditambah lagi komentar dan saran dari Prof. Noerhadi Magetsari (Pak Nanung) dalam seminar hasil penelitian bulan Desember 2014 silam. Alhasil ini semakin menggugah saya untuk mematangkan konsep sebelum disajikan dalam bentuk laporan.

Continue reading “Konsep Turisme (Versi Awal)”

Dua Ribu Empat Belas

juara III

Dua Ribu Empat Belas pun harus berlalu. Begitulah, kita usia kita kian bertambah (bahkan berkurang jatahnya) dan seharusnya bertambah bijak.

Tahun 2014 ini penuh dengan dinamika dan makna. Pengalaman yang semakin bertambah membuat sadar bahwa hidup perlu dimaknai.

Ada beberapa hal yang (kembali) ditunda. Meskipun itu sebenarnya bukan kegagalan tetapi ada hal lain yang ternyata perlu didahulukan. Hal ini juga menunjukkan bahwa kita tidak bisa mengatur segalanya.

Beberapa peristiwa mewarnai tahun 2014 ini. Penuh warna. Demikian halnya dengan kesempatan yang datang. Kesempatan itu harus diambil, dijalani dengan penuh tanggung jawab karena kesempatan tak akan datang dua kali kecuali jika sedang diare yang bisa berkali-kali.

max havelaar

Pertemuan dengan kawan-kawan baru menunjukkan kedinamisan tahun yang telah dilewati. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa ‘dunia tak selebar daun kelor’. Terima kasih karena telah berkenalan dengan Anda . Namun, untuk hal-hal tertentu sepertinya para pelakunya, dia lagi-dia lagi.

Perjalanan ke tempat baru dan bahkan lama kembali menambah pengalaman. Jika perlu dapat dituangkan dalam bentuk tulisan dan dinikmati oleh orang lain.

Tahun 2014 juga penuh dengan hingar-bingar politik. Beruntung, kami tak ‘terseret’ untuk ikut berhingar-bingar yang membuat lelah pikiran dan perasaan karena bisa-bisa sakitnya tuh di sana.

Beberapa artikel, baik yang dimuat dalam jurnal, kumpulan tulisan dan hasil penelitian telah dihasilkan pada tahun 2014. Hal ini perlu ditingkatkan kembali tahun depan.Tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas.

Beberapa rencana disusun untuk tahun depan. Menyelesaikan dan mempertahankan disertasi, menyiapkan artikel untuk jurnal nasional dan internasional, menulis buku (ada beberapa gagasan), beberapa proyek. Semuanya butuh strategi tidak sekedar Mimpi, Yakin, Syukur, Pasrah, dan Doa.

foto: Pak Aselih Asmawi

Si Anak Hilang Pulang

oude tijgerJumat sore itu saya bergegas kembali ke apartemen usai menyaksikan film yang merupakan bagian dari perkuliahan. Setelah berkemas saya berjalan menuju ke stasiun Leiden. Hari itu saya telah berjanji pada Sitor untuk menginap di rumahnya, di Apeldoorn, provinsi Gelderland. Beberapa bulan sebelumnya kami bertemu untuk kali pertama di perpustakaan KITLV Leiden.

Perjalanan ke Apeldoorn sudah dirancang sebelumnya. Ketika itu Sitor memberitahu alamat rumahnya serta petunjuk saya harus turun di Schiphol untuk berganti kereta, lengkap dengan jamnya. Ternyata saya terlambat beberapa menit dan ketinggalan kereta. Terpaksalah saya menunggu kereta berikutnya.  Sampai di Apeldoorn hari menjelang gelap. Saya menelusuri jalan yang diarahkan Sitor dengan perut lapar hingga tiba di alamat yang dituju. Paaslaan.

Saya agak sedikit bingung karena rumah Sitor bukan vrijstaand huis (rumah yang berdiri sendiri) tapi serupa apartemen. Untuk memastikan saya menaiki tangga memeriksa nomor rumah di depan pintunya. Rupanya saya keliru dan saya kembali ke bawah. Saya menekan bel. Pintu dibuka dengan sosok Sitor berdiri di sana. Saya minta maaf dan menjelaskan keterlambatan saya. Tak lama kemudian telepon berdering. “Ja, hij is onze gast. Bedankt, hoor!,” kata Sitor. Rupanya langkah kaki saya di anak tangga membuat penghuninya curiga dan ia mendengar langkah kaki saya berhenti di depan pintu rumah Sitor dan Barbara. Sang tetangga memastikan itu bukan pencuri.

Barbara, istri Sitor langsung menyilakan saya ke meja makan. Di meja makan rupanya sudah terhidang makanan. “Pak Sitor yang masak,” kata Barbara. Hidangan berupa soto ayam segera saya santap. Sambil makan kami bercakap-cakap berbagai hal, khususnya perkembangan kuliah saya.

Apeldoorn2000Usai santap malam, kami berbincang lagi sambil menikmati minuman. Saya memilih teh hangat. Berbagai hal kami perbincangkan. Salah satunya, saya menceritakan pengalaman saya, JJ Rizal, Agus ketika menyambangi rumah Pramoedya Ananta Toer untuk wawancara. Sitor beranjak dari kursi, sepertinya ia mengambil sesuatu. Ia kembali dengan sebuah buku. Judulnya penghormatan untuk 70 tahun Pramoedya yang disunting Bob Herring. Buku itu diberikan kepada saya. Itu buku kedua yang saya peroleh. Buku pertama terjemahan kumpulan ceritanya dalam bahasa Belanda de oude tijger (1996) saya peroleh pada pertemuan pertama di KITLV.

Pun saya teringat obrolan di kantin KITLV yang begitu hangat beberapa bulan sebelumnya. Saya, Kees Snoek, dan Sitor saling bertukar cerita. Salah satu cerita yang saya ingat pengalaman masa revolusi Sitor. Dengan penuh ekspresif, Sitor menceritakan pengalamannya tentang Amir Syarifudin. Dengan ekspresif, sesekali Sitor bangkit dari bangku, berdiri mempertegas ceritanya. Obrolan bermula ketika saya menceritakan buku Tan Malaka dan Islam terbitan Komunitas Bambu ketika itu. Mengalirlah kisah masa revolusi dari mulut Sitor.

Minggu 21 Desember 2014, Sitor Situmorang wafat di Apeldoorn, Belanda. Selamat jalan, Bung!

Menjelang Natal

Si Anak Hilang

pulang

ke Lembah Kekal

KITLV-Leiden dalam Kenangan

KITLV

Salah satu tempat favorit saya ketika berkunjung di Leiden adalah KITLV, baik itu ruang baca, maupun tamannya. Apalagi ketika saya menetap selama enam bulan, tempat ini merupakan salah satu tujuan di sela-sela waktu istirahat atau mengerjakan tugas. Bila waktu memungkinkan setiap saya berkunjung ke Belanda, saya selalu menyempatkan diri singgah di tempat ini.

Continue reading “KITLV-Leiden dalam Kenangan”

Kisah Petualangan Pria Uzur

the-100-year-oldSecara tak sengaja saya menemukan trailer film yang menarik. Judulnya The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Dissappeared.  Judul beranak kalimat ini menggugah saya untuk mencari informasi lebih lanjut. Ternyata film tersebut diangkat dari novel berjudul sama karya penulis Swedia, Jonas Jonasson. Pun saya teringat pada Astrid Lindgern, penulis buku anak-anak Pippi Si Kaus Kaki Panjang yang juga berasal dari Swedia.

Setelah menjelajah di internet dan membaca ulasan novelnya. Ternyata novel ini patut dibaca. Tak lama novel ini mendarat di rumah dengan selamat. Di sela-sela waktu senggang, novel ini akhirnya tuntas dibaca.

Continue reading “Kisah Petualangan Pria Uzur”

Buku di Perjalanan

book's smgSetiap mengunjungi suatu kota atau daerah yang belum pernah saya kunjungi saya berharap menemukan buku yang membahas kota atau daerah tersebut. Buku mungkin sesuatu harapan yang cukup tinggi, jadi minimal saya dapat bertemu dan mendapatkan informasi dari seseorang atau beberapa orang yang mengenal daerahnya tersebut.

Continue reading “Buku di Perjalanan”