Fungsi Metodologi dan Teori dalam Ilmu Sejarah

sartonoDalam penelitian sejarah, metode dan metodologi merupakan dua perangkat penting. Sartono Kartodirdjo (1992) mengungkapkan perbedaan antara metode dan metodologi. Metode adalah bagaimana orang memperoleh pengetahuan (how to know), sedangkan metodologi  adalah ilmu tentang untuk tahu bagaimana harus mengetahui (to know how to know).

Continue reading “Fungsi Metodologi dan Teori dalam Ilmu Sejarah”

Perjalanan 2015

sunway-1

Tahun 2015 tinggal beberapa jam lagi ditinggalkan. Ada banyak hal telah dilewati dan dijalani. Ibarat berjalan, tidak semua berlangsung mulus. Terkadang jalan menurun, menanjak, berkelok, dan berhenti sesaat harus dilakoni. Bahkan, ada kejutan yang benar-benar membuat terkejut, sulit dilukiskan dengan kata-kata. Hanya puji syukur yang dapat dipanjatkan kepadaNya. Zat yang Maha Agung dan Bijaksana.

Continue reading “Perjalanan 2015”

Turisme di Hindia-Belanda

VTV-office     VTV merupakan perhimpunan turisme pertama di Hindia-Belanda. Perhimpunan yang didirikan pada tahun 1908 ini menandai turisme modern sebagai industri di Hindia-Belanda yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Sebelum dibentuknya VTV para pengunjung yang datang belum terorganisasi, kebanyakan mereka masih sendiri-sendiri (individu) dan tidak bertujuan untuk khusus berwisata, melainkan karena tugas dari pemerintah.

Continue reading “Turisme di Hindia-Belanda”

Psychotourism: Di sini waktu seolah terasa berhenti

leiden-1Setelah pesawat tinggal landas dari Kuala Lumpur menuju Amsterdam, maka ritual berikutnya adalah menikmati film, musik, makanan atau tidur. Perjalanan selama kurang lebih empat belas jam dengan pesawat terasa melelahkan. Kondisi fisik yang memasuki kepala 4 memang tidak bisa ditipu.  Akhirnya pesawat mendarat di Schiphol, Amsterdam.

Continue reading “Psychotourism: Di sini waktu seolah terasa berhenti”

Menikmati Aijer Blanda dan Nangke Lande

terong belandaApalah arti sebuah nama, demikian ungkapan dari seorang pujangga Inggris William Shakespeare. Namun, ungkapan tersebut seolah tak berarti jika kita membicarakan masalah berikut. Misalnya kata ayam. Jika kita gabungkan dengan kata bakar di belakangnya tentu akan berbeda dengan kata goreng. Apalagi jika kata ayam digabungkan dengan kata kampung dan ‘kampus’. Kata tersebut akan memiliki makna denotatif dan konotatif.

Continue reading “Menikmati Aijer Blanda dan Nangke Lande”

Penerapan Konsep Tourist Area Lifecycle (R.W.Butler) dalam Sejarah Obyek Turisme di Hindia Belanda

45246901-2b61-46ae-811d-62912037d3faTerkait dengan sejarah obyek turisme di Hindia-Belanda, tulisan ini mengangkat konsep Tourist Area Lifecycle (TLC) dari R.W.Butler (1980).  Butler dalam artikelnya ‘The Concept of a Tourist Area Cycle of Evolution: Implication for Management of Resources’ (1980) menyebutkan bahwa area turis (obyek turisme) dinamis dan mereka dapat berkembang dan berubah dari waktu ke waktu.  Perkembangan dan perubahan ini tidak berlangsung dengan cepat. Butler menggunakan istilah evolusi alih-alih revolusi.

Continue reading “Penerapan Konsep Tourist Area Lifecycle (R.W.Butler) dalam Sejarah Obyek Turisme di Hindia Belanda”

Sejarah Obyek Turisme

borobudurSalah satu unsur penting dalam turisme adalah obyek turisme. Tentu saja penting karena untuk apa para turis datang berkunjung ke suatu tempat jika tidak ada yang dilihat.

Continue reading “Sejarah Obyek Turisme”

Turis itu orang asing

vvv

Turis adalah orang asing. Demikian makna dari kata turis ketika pertama kali digunakan. Mereka bukan bagian dari wilayah yang dikunjunginya. Dalam hal ini saya menggunakan konteks di Eropa serta secara khusus di Belanda dan Hindia-Belanda.

Continue reading “Turis itu orang asing”

Konsep Turisme (Versi Awal)

trsmBeberapa waktu terakhir saya berkutat dengan konsep terkait penelitian saya. Berbagai literatur saya baca dan telusuri. Ditambah lagi komentar dan saran dari Prof. Noerhadi Magetsari (Pak Nanung) dalam seminar hasil penelitian bulan Desember 2014 silam. Alhasil ini semakin menggugah saya untuk mematangkan konsep sebelum disajikan dalam bentuk laporan.

Continue reading “Konsep Turisme (Versi Awal)”

Dua Ribu Empat Belas

juara III

Dua Ribu Empat Belas pun harus berlalu. Begitulah, kita usia kita kian bertambah (bahkan berkurang jatahnya) dan seharusnya bertambah bijak.

Tahun 2014 ini penuh dengan dinamika dan makna. Pengalaman yang semakin bertambah membuat sadar bahwa hidup perlu dimaknai.

Ada beberapa hal yang (kembali) ditunda. Meskipun itu sebenarnya bukan kegagalan tetapi ada hal lain yang ternyata perlu didahulukan. Hal ini juga menunjukkan bahwa kita tidak bisa mengatur segalanya.

Beberapa peristiwa mewarnai tahun 2014 ini. Penuh warna. Demikian halnya dengan kesempatan yang datang. Kesempatan itu harus diambil, dijalani dengan penuh tanggung jawab karena kesempatan tak akan datang dua kali kecuali jika sedang diare yang bisa berkali-kali.

max havelaar

Pertemuan dengan kawan-kawan baru menunjukkan kedinamisan tahun yang telah dilewati. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa ‘dunia tak selebar daun kelor’. Terima kasih karena telah berkenalan dengan Anda . Namun, untuk hal-hal tertentu sepertinya para pelakunya, dia lagi-dia lagi.

Perjalanan ke tempat baru dan bahkan lama kembali menambah pengalaman. Jika perlu dapat dituangkan dalam bentuk tulisan dan dinikmati oleh orang lain.

Tahun 2014 juga penuh dengan hingar-bingar politik. Beruntung, kami tak ‘terseret’ untuk ikut berhingar-bingar yang membuat lelah pikiran dan perasaan karena bisa-bisa sakitnya tuh di sana.

Beberapa artikel, baik yang dimuat dalam jurnal, kumpulan tulisan dan hasil penelitian telah dihasilkan pada tahun 2014. Hal ini perlu ditingkatkan kembali tahun depan.Tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas.

Beberapa rencana disusun untuk tahun depan. Menyelesaikan dan mempertahankan disertasi, menyiapkan artikel untuk jurnal nasional dan internasional, menulis buku (ada beberapa gagasan), beberapa proyek. Semuanya butuh strategi tidak sekedar Mimpi, Yakin, Syukur, Pasrah, dan Doa.

foto: Pak Aselih Asmawi